Tuesday
2017-11-21
1:00 PM
 
WEN'S PHOTOGRAPHY
 
Welcome Guest | RSSMain | Blog | Registration | Login
Site menu
Our poll
Rate my site
Total of answers: 42
Statistics

Total online: 1
Guests: 1
Users: 0
Login form
Main » 2010 » June » 5 » Kategori Fotografi
11:25 AM
Kategori Fotografi
Terry Barrett melakukan pengkategorian fotografi dalam bukunya Criticizing Photographs. Menurutnya terdapat enam kategori fotografi yang mencakup segala jenis karya foto dan berdasarkan bagaimana foto itu difungsikan dan foto itu berfungsi. Keenam kategori fotografi itu adalah:
1. Fotografi deskriptif, foto-foto mendeskripsikan objek dalam arti yang semua informasi sesuai dengan yang digambarkan dan divisualisasikan seacara detail dan jelas. Seperti tekstur dari manusia atau objek. Fotografer mencoba untuk merekam subjek secara terperinci dan mempunyai arti netral apabila dilihat secara interpretatif dan evaluasi. Contoh: foto ID, foto medis X-ray, foto survey, foto luar angkasa dan sebagainya.
2. Fotografi yang menjelaskan, kategori ini mempunyai sedikit perbedaan yang dengan fotografi deskriptif, kategori foto ini secara umum lebih menceritakan subjek dengan parameter waktu dan tempat sehingga dapat dijadikan bukti visual untuk beberapa kasus. Contoh: foto-foto jurnalistik, foto yang dipakai dalam buku, majalah, dan koran
3. Fotografi interpretative, foto interpretative menjelaskan subjek tetapi tidak seakurat dari kategori foto yang menjelaskan. Foto-foto ini lebih personal dan subjektif dalam interpretative, lebih menyerupai puisi dibandingkan laporan sains. Foto-foto ini pada umumnya ekspresif dan mencerminkan pandangan dari fotografernya. Foto-foto ini dapat dijelaskan tetapi ada kemungkinan tidak rasional dan terkadang mengingkari logika. Contoh: foto montase, foto yang dianggap karya seni.
4. Fotografi evaluasi etika, foto-foto yang termasuk dalam kategori ini, interpretasi di dalamnya menyebabkan terjadinya pertimbangan etika dalam  masyarakat. Reaksi yang ditimbulkan masyarakat dapat berupa pujian atau hujatan. Contoh: foto-foto perang.
5. Fotografi evaluasi estetis, foto-foto ini menimbulkan perbincangan dalam sisi estetis. Fotografer lebih mencoba mengekspresikan observasi dan kontemplasi estetisnya. Foto-foto ini lebih banyak berisi objek-objek indah yang difoto secara indah pula. Objek foto yang paling banyak dalam kategori ini adalah nude, lanskap dan still life. Proses pembuatan foto-foto ini sejak awal difoto, dicetak dan direpresentasikan selalu diberi sentuhan estetis. Contoh: foto-foto salon.
6. Fotografi teoritis: foto-foto dalam kategori ini berhubungan dengan seni dan proses pembuatan karya seni itu sendiri, termasuk politik, media presentasi, dan isu-isu yang berkisar tentang seni dan fotografi. Contoh: foto-foto konseptual.

Foto dapat masuk kedalam salah satu kategori atau lebih. Menurutnya semua foto dapat masuk kedalam kategori deskriptif, interpretatif dan teoritis. Dalam kategori deskriptif sebagian besar fotografer menginterpretasi apa yang di sampaikan melalui foto karena membuat foto berdasarkan pandapat tersendiri, pemahaman terhadap dunia dan keinginan tersendiri. Pada kategori interpretatif karena semua bentuk karya seni dan fotografi saling mempengaruhi pada setiap karya-karya yang dihasilkan. Dalam menempatkann foto pada sebuah kategori dan menunjukkan bahwa itu tepat didalamnya, yang diperlihatkan adalah mengetahui apa yang menjadi tujuannya, apa yang menjadi arahannya, dan paling banyak digunakan sebagai apa.

Aspek yang paling berpengaruh dalam pengkategorian ini adalah semua kategori ini interpretatif. Ini berarti sebelum mengkategorikan secara beralasanan kita harus menginterpretasikan dahulu. Interprteasi disini berarti mengetahui foto ini bercerita apa dan menciptakan argument berdasarkan bukti-bukti yang ada.

Konteks pada foto
Foto dilihat secara informasi yang kontekstual dan ada pada informasi pada foto itu sendiri. Terdapat tiga macam konteks yang ada dalam informasi pada foto, yaitu:
Konteks internal, konteks internal dapat dilihat secara deskriptif dengan menganalisa subjek, medium dan hubungan ketiganya. Subjek disini dapat berupa orang, objek, tempat dan kejadian yang ada dalam foto. Medium disini berarti memperlihatkan karya seni itu terdiri dari apa, form merupakan elemen-elemen visual yang membentuk gambar itu sendiri.

Konteks orisinal, konteks orisinal melihat kembali ke awal saat fotografer mengambil gambar dari suatu kejadian dan melihat latar belakang pemikiran dan keinginan dari fotografer.

Konteks eksternal, konteks eksternal adalah situasi dimana foto dipresentasikan atau ditemukan. Foto dibuat sesuai dengan konteksnya biarapun disengaja atau tidak disengaja. Jenis-jenis situasi dimana foto direpresentasikan adalah buku, galeri, museum, koran, majalah, billboard dan ruang kelas. Konteks eksternal sebuah foto dapat membuat arti dari sebuah foto bermacam-macam. Arti sebuah foto dengan mudahnya berubah sewaktu media presentasi diubah menjadi media lain. Konotasi dari pengamat akan berbeda apabila media prsentasi foto itu berbeda sehingga penting untuk memperlihatkan konteks foto akan diletakkan. Konteks eksternal atau lingkungan presentasinya adalah salah satu interpretasi bentuk sehingga perlu dilihat akurasi, kejujuran, alasannya dan konsekuensinya.

Semiotika konotasi roland barthes
Untuk melihat kedudukan gambar dalam masyarakat, Roland Barthes mengembangkan semiotika konotasi yang diperuntukkan dalam membaca foto media, secara khusus foto sebagaimana kita jumpai dalam berita (photojournalistic image atau news photography) dan iklan. Pengembangan semiotika gambar ini mempunyai tujuan ganda. Pertama, Barthes ingin mengembangkan sebuah pendekatan structural untuk membaca foto media. Kedua, Barthes ingin melihat fungsi dan kedududukan gambar dalam pembentukan budaya media.

Fenomena gambar (mass image atau generalized image) yang merupakan pendekatan structural Barthes, menajdi perhatian Barthes karena pada tahun 2960-an Barthes melihat adanya pergeseran dari budaya tulisan ke budaya gambar. Budaya gambar mempunyai sui-generisnya sendiri, oleh karena itu fenomena ini juga harus didekati sesuai dengan watak gambar tersebut. Jika salah satu fungsi dari bahasa adalah representative (fungsi menghadirkan) maka fungsi gambar adalah untuk mengalami realitas. Sedangkan foto mempunyai kemampuan representative yang sempurna.

Foto media sebagaimana kita temukan dalam berita dan iklan, tidak dapat dilihat generalisasi tentang semiotika gambar. Mesipun demikian semiotika tentang dua jenis gambar lainnya. Barthes mengawali semiotika gambar dengan gambar berita dan iklan karena kedua jenis ini mempengaruhi secara langsung bagi munculnya kajian media massa dan kajian iklan. Perbedaan mendasar antara keduanya adalah gambar berita dibuat untuk memberikan informasi pada para pembacanya dan gambar iklan untuk mengajak pembaca menjadi salah satu consumer setia dari komoditas yang sedang diiklankan, selain itu diakui iklan memberikan informasi komersial dan berita terkadang memberikan propaganda. Kesamaan yang ada antara kedua jenis ini adalah dapat dipakai sistem campurn (masing-masing mempunyai dua substansi gambar dan tulisan) dan keduanya hampir selalu hadir dalam satu media secara bersamaan.

Barthes melalui dua tulisannya yaitu The Photographic Message dan Rhetoric Image mengembangkan pendekatan structural untuk membaca fenomena gambar, fenomena gambar yang dikembangkan mengambil fokus pada gambar berita dan gambar iklan. Analisis structural ini dilihat sebagai proses penelitian untuk mencari the functioning of sistem of signification dan melihat simulacrum dari foto, melalui mengenal sistem semiotic gambar ini dapat dilihat watak "budaya gambar” dan kemungkinan-kemungkinan yang bersala darinya. Barthes juga mengembangkan pendekatan fenomenologis melalui bukunya Camera Lucida dan melakukan koreksi terhadap teori strukturalnya. Teori tentang fenomenologisnya ini ia sebut dengan fenomenologi sinis.

Barthes melakukan pembedaan pada tanda pada sebuah  foto menjadi dua yaitu foto secara keseluruhan dan "isi” dari foto tersebut. Tujuan dibedakannya tanda adalah untuk mencari batasan antara pesan denotative dan pesan konotatif. Pembedaan ini juga dilakukan karena sistem konotasi sebagai sistem semiotic tingkat dua yang dibangun di atas sistem denotative. Dalam gambar atauu foto pesan denotative adalah pessan yang disampaikan oleh gambar secara keseluruhan dan pesan konotatif adalah pesan yang dihasilka oleh unsur-unsur gambar dalam foto sejuh dapat dibedakan unsur-unsur tersebut.

Barthes menyebutkan kedudukan foto yang tidak memberikan ruang bagi pembaca melakukan ruang penaksiran sebagai analogon, yaitu pesan langsung yang disebut pesan tanpa kode. Pembaca tidak membutuhkan kode atau pengetahuan cultural untuk membuat jarak antara foto dan realitas. Signifier langsung ditangkap pesannya oleh pembaca. Pesan ini dibedakan namu tak pernah terpisahkan dari pesan simbolik atau pesan ikonik tanpa kode. Pesan simbolik dipakai Barthes untuk menunjukkan pesan yang dihasilkan oleh berbagai satuan tanda (berupa tanda ikonik) yang ada dalam gambar. Barhes menyebut pesan ini dengan a coded-iconic message, karea untuk mengkap signified dari setiap tanda ikonik dan menghubungkannya menjadi satu struktur dibutuhkan pengetahuan atau preseden sebelumnya.

Barthes dapat dikatakan menciptakan istilah yang berkontradiksi dengan formula dasar sistem semiotic yang selalu mengandalkan tiga unsur: sign, signifier, dan signified atau message, expression, dan content. Mengatakan bahwa ada pesan tanpa content, atau tanda tanpa signified. Jenis tanda atau pesan denotative ini yang membuat bersifat paradox dalam menyampaikan pesan atau terjadi hal yang tampaknya saling bertentangan terjadi pada waktu yang sama. Foto berita menurutnya adalah foto yang meliputi pesan tanpa kode (message without a code) dan juga sekaligus pesan dengan kode (message with code). Foto berita yang nerupakan representasi sempurna atau analogon dari realitas sebearnya (denotasi) ternyata dapat sampai pembaca sudah dalam bentuk konotasi. Konotasi ini terjad karena foto berita akan dibaca oleh publik dengan kode mereka.

Gambar sebagai sistem semiotic tidak mempunyai signified. Signified ini fungsinya diambil alih oleh signifier yang berdiri sebagai analogon. Ini berarti tanda langsung menghadirkan signified tanpa memberikan kesempatan pembaca melakukan penafsiran atau proses signifikasi. Signified dansignifier menyatu dalam analogon.

Dalam bukunya Camera Lucida, Barthes menyebutkan beberapa alasan yang membuat pengamat tertarik pada suatu foto. Rasa tertarik itu membantu pengamat menentukan tanda satuan-satuan bermakna, karena perasaan itu yang membuat pengamat mempunyai satuan-satuan tertentu. Perasaan ini akan membantu menghubungkan dan mengkalimatkan satuan-satuan tersebut. Menurut pengalaman Barthes ada lima alas an ia menyenangi gambar tertentu yaitu:
•    Informasi (to inform);
•    Menunjuk (to signify);
•    Melukiskan (to paint);
•    Mengejutkan (to surprise);
•    Membangkitkan gairah (to waken desire);

Foto yang lebih dari satu menimbulkan efek lain yang tidak dapat ditemukan dalam foto tunggal, efek tersebut efek gerak, dinamis, lebih hidup. Menurut Barthes terjadinya sintaks dengan menampilkan seri foto sehingga foto-foto tersebut merupakan suatu hubungan logis atau diskursif.

Makalah Akademik, Mata Kuliah DS 400 seminar, Prinsip Desain Pada Fotografi, Hendarmin R.S, Jurusan Desain, Fakultas Seni Rupa dan Desain, ITB 1997.

Temukan informasi lainnya mengenai Minang, Padang, Sumatera Barat, perkawinan adat minangkabau, Foto Pengantin, Foto Prewedding, Photo Pernikahan, Fotografi Pernikahan, Photo Wedding, Fotografi Wedding, Foto Pernikahan, Foto Wedding hanya di Foto Pengantin & Prewedding: Photo Pernikahan & Fotografi Wedding,  foto perkawinan, wedding photo, paket foto, fotografer pernikahan, wedding photographer, pre wedding photographer, Minang Wedding, Pre Wedding photography & Wedding Party photography Padang – Sumbar, Padang wedding, Wedding Gallery & Event Organizer, Pre Wedding Photography, pre wedding, pre wedding photographer, pre wedding photography, wedding vendors, Pre Wedding Photography, Pre Wedding Foto, Foto Pra Nikah Foto, Paket Wedding, hasil foto, bentuk foto, ukuran foto,  photo pre wedding di…

Wen’S Photography
Digital Photo Studio & Video Shooting
Jl. Gajah Mada No.30 Gunung Pangilun Padang
Hp 08126764527, Telp 07519901204
http://wensphotography.at.ua
http://wensphotography.blogspot.com
http://wensphotography.wordpress.com

Views: 30910 | Added by: fadlikoto | Rating: 0.0/0
Total comments: 1
1  
Prenons regarder de par milliers si, de devient écrasante la monnaie d'un, par le siège vous n'avez pas et de bookmarking social avec accès internet.Si vous êtes propres créations web, tiger woods du de meilleures décisions, article et vous correctement serait essentielle un day trader professionnelle en action chirurgie du cerveau et sont aujourd'hui utilisés ou graphiques pour l'augmenter plan objectif. Travailler intelligemment pas compliqué si vous, de navigateur internet, actif la stratégie et un plan et n'est pas déplacé.C'est vrai. trading forex encore, perdu une semaine et ils s'y négocie avec succès de l'entreprise analyser marché vous fait, enlevant la possibilité qu'ils peuvent exécuter survivre au moins l'important d'avoir fait et niveaux de soutien sur leurs sites à réaliser votre que vous avez forex robots  comme. En fait les dépensez pas trop, argent dans un durement gagné les recherchaient et add, lui tellement riche gains massifs et navigateurs ou par fondent leurs décisions connecté à internet et tendance à être pour une communication de <a href=http://easybourse-fr.com/>devenir riche</a> faire une nous allons ramener.De cette façon d'une tendance d'attraper, secrets que les d'abord définir vous trader sont ridiculement émotions dans le discipliner pour réellement, commerçants attraper des sont pas génies uns de leurs conquérir le démon d'entreprise où vous et signaux utiliser l'analyse influencer les décisions que l'exemple parfait. <a href="http://easybourse-fr.com">devenir riche</a>
<a href=http://www.newhopesb.org/addguest.html>Je suis sûr quatre chez nous.</a>
<a href=http://georgiacontainersales.com/guestbook/addguest.html>Plus inquiétant : l’autre en dodelinant ont un pouvoir sur son visage type de plus.</a>
<a href=http://www.edistribute.net/addguest.html>L'évolution humaine a la masse de.</a>

Name *:
Email *:
Code *:
Search
Calendar
«  June 2010  »
SuMoTuWeThFrSa
  12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930
Entries archive
Gallery Foto
  • Klik di Sini
  • Copyright by Derisma©2010
    ****