<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
	<channel>
		<title>Personal site</title>
		<link>http://wensphotography.at.ua/</link>
		<description>Blog</description>
		<lastBuildDate>Sat, 05 Jun 2010 11:37:36 GMT</lastBuildDate>
		<generator>uCoz Web-Service</generator>
		<atom:link href="https://wensphotography.at.ua/blog/rss" rel="self" type="application/rss+xml" />
		
		<item>
			<title>Tips Memilih Fotografer dan Videografer</title>
			<description>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;PERNIKAHAN adalah moment terindah yang dinantikan semua insan dalam kehidupan mereka. Rangkaian pesta resepsi Anda meninggalkan sejuta kenangan yang pastinya tidak akan Anda lupakan seumur hidup Anda. Foto atau pun video merupakan hal terakhir dan bahkan satu-satunya yang tersisa untuk mengenang perhelatan akbar tersebut. Untuk itu, sudah menjadi tradisi bagi sepasang pengantin yang ingin mengabadikan saat-saat penuh arti di hari pernikahan dalam bentuk foto maupun video. Ka...</description>
			<content:encoded>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;PERNIKAHAN adalah moment terindah yang dinantikan semua insan dalam kehidupan mereka. Rangkaian pesta resepsi Anda meninggalkan sejuta kenangan yang pastinya tidak akan Anda lupakan seumur hidup Anda. Foto atau pun video merupakan hal terakhir dan bahkan satu-satunya yang tersisa untuk mengenang perhelatan akbar tersebut. Untuk itu, sudah menjadi tradisi bagi sepasang pengantin yang ingin mengabadikan saat-saat penuh arti di hari pernikahan dalam bentuk foto maupun video. Karena itu, memilih fotografer dan videografer menjadi hal tersendiri yang harus Anda pertimbangkan. Tapi jangan sampai Anda salah dalam memilih jasa fotografer agar Anda tidak kecewa akan hasilnya nanti.&amp;nbsp; Sebuah foto yang bagus tentu diperoleh dari hasil jepretan jitu sang fotografer handal. Oleh karena itu keahliannya dalam mengabadikan saat-saat bahagia tersebut sangat diperlukan untuk memberikan hasil yang terbaik.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Saat ini memang banyak berdiri provider yang menawarkan jasa di bidang fotografi dan menjanjikan harga - harga yang murah serta paket - paket yang berkesan untuk memudahkan dan menguntungkan pihak calon pengantin.&amp;nbsp; Bahkan ada photographer yang saling menjatuhkan dengan merekayasa cerita sampai mencuri karya photographer lain, untuk itu ada beberapa tips untuk Anda para calon pengantin yang tentunya ingin bila dokumentasi hari bersejarah anda akan tidak akan terlewatkan begitu saja melainkan menjadi kenangan yang terindah lewat album foto pernikahan anda dengan foto yang menarik dan berkualitas: &lt;br&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Tidak semua fotografer memiliki kemampuan yang sama, terkadang beberapa di antara mereka adalah fotografer amatiran yang hanya meyewakan jasa semata tanpa memiliki kemahiran dalam bidang fotografi. Jadi jangan sekali-kali menyamakan kemampuan fotografer, karena setiap fotografer pastinya punya kemampuan atau skill yang berbeda.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Paket dengan harga mahal bukan jaminan bahwa Anda akan mendapat kualitas baik. Kualitas karya fotografi tidak melulu dikaitkan dengan besarnya biaya yang harus dikeluarkan. Jika Anda bijak memilih, syukur-syukur kalau Anda juga mengetahui setidaknya sedikit hal dasar mengenai fotografi Anda akan lebih jeli mencari photos studio atau fotografer yang tidak membuat budget pernikahan Anda di luar batas. Jika harga yang ditawarkan ternyata di bawah rata-rata, biasanya tidak memberikan banyak fasilitas, sehingga akan berdampak pada kualitas hasil foto yang dihasilkan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pastikan Anda mengetahui benar hasil karyanya dengan bertanya pada keluarga atau teman yang telah memakai jasa art photographer studio tersebut. Lihat Portfolio/contoh proyek yang pernah ditangani fotografer tersebut.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tak hanya mengandalkan moment bahagia. Seorang fotografer yang andal pastinya tidak hanya menangkap moment bahagia dan mengabadikannya. Fotografer yang andal pastinya memiliki seni artistik yang tinggi sehingga hasil yang didapat lebih bernilai dan tidak hanya menghasilkan foto pernikahan semata, tanpa ada cerita dan makna di balik perayaan pernikahan Anda. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Chemistry dan kesepahaman antara Anda, pasangan, dan sang fotografer wedding studio harus dibangun dulu sebelum pemotretan dilakukan. Ini juga berguna untuk mengetahui gaya yang sesuai untuk Anda dan pasangan (wedding photos).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Beberapa tahun yang lalu, sebelum internet popular di Indonesia, memang sulit untuk mencari fotografer yang pas dengan selera kita. Seringkali orang memilih fotografer hanya berdasarkan rekomendasi orang lain, membeli paket all in one (Paket foto, catering, bridal, dll) atau melihat nama besar seorang fotografer yang padahal karyanya belum tentu cocok dengan selera kita masing-masing. Dengan adanya Internet, saat ini kita semua bisa lebih leluasa memilih fotografer yang cocok untuk kita masing-masing. Banyak talented photographer di Internet yang karyanya tidak kalah bagus dan harganya tidak mahal. Lihatlah hasil karyanya, jika sesuai dengan selera anda, lihatlah tarifnya, apabila kedua variabel ini cocok dengan anda, tunggu apa lagi.... ?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jika anda menginginkan sesuatu yang spesial pada pernikahan anda pilihlah vendor yang betul2 kompeten (artinya memiliki relasi/partner yang mendukung)&amp;nbsp; dan hindari membeli paket all in one. Tetapi jika pernikahan anda sudah diburu waktu atau anda tidak mau banyak pusing, carilah paket wedding all in one dengan konsekuensi tidak seluruh isi paket tersebut berkualitas baik. Seringkali para penjual jasa menjual paket tersebut hanya untuk menarik lebih banyak customer dengan harga yang lebih murah, dan ironisnya belum tentu seluruh komponen paket tersebut adalah orang-orang yang kompeten dibidangnya. Sebagai contoh misalnya ada seorang wedding organizer yang cukup sukses, lalu ia akan me-rekrut adiknya untuk jadi fotografer dadakan, kakaknya menjadi videografer, temannya menjadi makeup artist, dll, yang mana orang-orang tersebut belum tentu berkompeten dibidangnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sempatkan untuk ketemu dan lihat hasil akhir dari fotografer yang bersangkutan. Jangan mengambil keputusan dari melihat portofolio online saja. Selain untuk menilai cocok/tidak dengan pendekatan fotografernya, juga bisa dilihat dari print akhir fotografer. Karena sebenarnya klien membayar skill dari fotografer adalah kualitas di cetakan akhirnya, bukan dari JPEGnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Photographer yang berkualitas tentunya percaya akan dirinya sendiri, tanpa harus menjatuhkan nama art photographer atau photographer studio lain, pun customer bisa melihat hasil karya mereka lewat portfolio fotografer itu sendiri.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Saran terakhir, sebaiknya, sih Anda lebih memilih fotografer penuh waktu. Bukan berarti fotografer paruh waktu tidak berkualitas, bukan sama sekali. Hanya saja ada kecenderungan orang yang mengabdikan diri dengan total dalam pekerjaannya menghasilkan karya yang lebih baik. Kecuali jika Anda yakin bahwa fotografer paruh waktu yang Anda inginkan memang berkualitas.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Temukan informasi lainnya mengenai Minang, Padang, Sumatera Barat, 
perkawinan adat minangkabau, Foto Pengantin, Foto Prewedding, Photo 
Pernikahan, Fotografi Pernikahan, Photo Wedding, Fotografi Wedding, Foto
 Pernikahan, Foto Wedding hanya di Foto Pengantin &amp;amp; Prewedding: 
Photo Pernikahan &amp;amp; Fotografi Wedding,&amp;nbsp; foto perkawinan, wedding 
photo, paket foto, fotografer pernikahan, wedding photographer, pre 
wedding photographer, Minang Wedding, Pre Wedding photography &amp;amp; 
Wedding Party photography Padang – Sumbar, Padang wedding, Wedding 
Gallery &amp;amp; Event Organizer, Pre Wedding Photography, pre wedding, pre
 wedding photographer, pre wedding photography, wedding vendors, Pre 
Wedding Photography, Pre Wedding Foto, Foto Pra Nikah Foto, Paket 
Wedding, hasil foto, bentuk foto, ukuran foto,&amp;nbsp; photo pre wedding di…&lt;br&gt;&lt;br&gt;Wen’S


 Photography&lt;br&gt;
Digital Photo Studio &amp;amp; Video Shooting&lt;br&gt;
Jl. Gajah Mada No.30 Gunung Pangilun Padang&lt;br&gt;
Hp 08126764527, Telp 07519901204&lt;br&gt;&lt;a href=&quot;http://wensphotography.at.ua/blog/&quot;&gt;http://wensphotography.at.ua&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;a href=&quot;http://wensphotography.blogspot.com/&quot;&gt;http://wensphotography.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;a href=&quot;http://wensphotography.wordpress.com/&quot;&gt;http://wensphotography.wordpress.com&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</content:encoded>
			<link>https://wensphotography.at.ua/blog/tips_memilih_fotografer_dan_videografer/2010-06-05-21</link>
			<dc:creator>fadlikoto</dc:creator>
			<guid>https://wensphotography.at.ua/blog/tips_memilih_fotografer_dan_videografer/2010-06-05-21</guid>
			<pubDate>Sat, 05 Jun 2010 11:37:36 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Olah Digital Sebagai Seni Fotografi</title>
			<description>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Seiring dengan perkembangan teknologi olah citra digital dewasa ini, olah digital menjadi cabang seni baru dibidang fotografi. Olah digital secara sederhana didefinisikan sebagai tindakan mengolah sebuah foto dengan bantuan perangkat komputer. Cakupan olahannya pun cukup luas dari mulai sekedar cropping, saturasi warna, sampai merubah komposisi, dll.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Setiap teknologi pasti menimbulkan kontroversial, demikian juga teknik olah digital fotografi. Sebagian fotografer meng...</description>
			<content:encoded>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Seiring dengan perkembangan teknologi olah citra digital dewasa ini, olah digital menjadi cabang seni baru dibidang fotografi. Olah digital secara sederhana didefinisikan sebagai tindakan mengolah sebuah foto dengan bantuan perangkat komputer. Cakupan olahannya pun cukup luas dari mulai sekedar cropping, saturasi warna, sampai merubah komposisi, dll.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Setiap teknologi pasti menimbulkan kontroversial, demikian juga teknik olah digital fotografi. Sebagian fotografer menganggapnya sebagai cara yang curang, kurang etis, dll. Tapi disatu sisi lain, kehadiran teknologi ini pun justru membawa banyak keuntungan bagi fotografer yang mau mempelajarinya dan mendalami seni teknik olah digital.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dalam sebuah sesi pemotretan, sulit sekali bagi kita untuk mendapatkan kondisi yang sempurna untuk menghasilkan foto yang sempurna. Dari cuaca yang kurang mendukung, arah lighting yang kurang pas, dan juga dari sisi model dll, seringkali ada saja ketidak sempurnaan. Dengan adanya teknik olah digital justru bisa mengatasi problem-problem tersebut.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Mitos yang salah mengenai Olah Digital adalah, semua foto bisa menjadi baik bila di edit secara digital. Ini adalah pendapat yang sama sekali salah. Sebelum di edit, foto harus sudah baik secara komposisi dan lighting. Foto yang over-exposed (terlalu terang) atau under-exposed (terlalu gelap), atau buram, tidak akan bisa diperbaiki secara digital. Olah digital tidak bisa digunakan untuk memperbaiki foto yang buruk. Olah digital berfungsi sebagai teknik mempercantik foto yang sudah baik.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Terkadang pada saat pemotretan, terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada client. Contoh yang paling sering adalah tumbuhnya jerawat. Dengan teknik olah digital, hal ini sangat mudah diatasi. Client tetap dapat menikmati foto dengan wajah yang mulus meskipun saat pemotretan sedang tumbuh jerawat yang mengurangi keindahan wajah sang client. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Sebagian pecinta olahdigital ekstreem bahkan dapat menciptakan dunia khayalan imajinasinya sendiri pada sebuah foto dengan kombinasi pemotretan yang tepat ditambah kemampuan olahdigital yang baik. Jujur saja untuk membuat olah digital ekstreem seperti ini tidak dapat dilakukan oleh semua fotografer. Diperlukan imaginasi yang tinggi, skill fotografi yang baik serta pengalaman yang banyak untuk menghasilkan foto ekstrim olah digital atau sering disebut fine art photography.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Tidak semua orang menyukai hasil karya fotografi plus olah digital, tapi juga tidak semua orang bisa puas hanya dengan output foto dari kamera tanpa proses retouch sekalipun dari seorang fotografer kawakan. Semua kembali ke selera masing-masing individu, ada yang suka masakan pedas, ada yang suka asin, dll. Akhir kata, semuanya kembali pada diri kita masing-masing, apakah ingin mempertahankan seni fotografi murni atau memperluas wawasan dengan mempelajari seni olahdigital untuk mempercantik karya fotografi kita. &lt;br&gt;&lt;br&gt;di link ini dpt dilihat contoh-contoh olah digital karya dari wen&apos;s photography: &lt;br&gt;&lt;a href=&quot;http://wensphotography.at.ua/photo/olah_digital/&quot;&gt;http://wensphotography.at.ua/photo/olah_digital/&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sumber: Anril.com&lt;br&gt;Temukan informasi lainnya mengenai Minang, Padang, Sumatera Barat, 
perkawinan adat minangkabau, Foto Pengantin, Foto Prewedding, Photo 
Pernikahan, Fotografi Pernikahan, Photo Wedding, Fotografi Wedding, Foto
 Pernikahan, Foto Wedding hanya di Foto Pengantin &amp;amp; Prewedding: 
Photo Pernikahan &amp;amp; Fotografi Wedding,&amp;nbsp; foto perkawinan, wedding 
photo, paket foto, fotografer pernikahan, wedding photographer, pre 
wedding photographer, Minang Wedding, Pre Wedding photography &amp;amp; 
Wedding Party photography Padang – Sumbar, Padang wedding, Wedding 
Gallery &amp;amp; Event Organizer, Pre Wedding Photography, pre wedding, pre
 wedding photographer, pre wedding photography, wedding vendors, Pre 
Wedding Photography, Pre Wedding Foto, Foto Pra Nikah Foto, Paket 
Wedding, hasil foto, bentuk foto, ukuran foto,&amp;nbsp; photo pre wedding di…&lt;br&gt;&lt;br&gt;Wen’S


 Photography&lt;br&gt;
Digital Photo Studio &amp;amp; Video Shooting&lt;br&gt;
Jl. Gajah Mada No.30 Gunung Pangilun Padang&lt;br&gt;
Hp 08126764527, Telp 07519901204&lt;br&gt;&lt;a href=&quot;http://wensphotography.at.ua/blog/&quot;&gt;http://wensphotography.at.ua&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;a href=&quot;http://wensphotography.blogspot.com/&quot;&gt;http://wensphotography.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;a href=&quot;http://wensphotography.wordpress.com/&quot;&gt;http://wensphotography.wordpress.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;</content:encoded>
			<link>https://wensphotography.at.ua/blog/olah_digital_sebagai_seni_fotografi/2010-06-05-20</link>
			<dc:creator>fadlikoto</dc:creator>
			<guid>https://wensphotography.at.ua/blog/olah_digital_sebagai_seni_fotografi/2010-06-05-20</guid>
			<pubDate>Sat, 05 Jun 2010 11:30:17 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Cahaya dan Bayangan</title>
			<description>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Pengalaman melihat bayangan pada tembok atau dinding, pada waktu bermain membentuk bayangan dengan tangan. Bayangan tersebut tampak karena adanya cahaya&amp;nbsp; yang mengarah ke tembok atau dinding tersebut terhalang oleh tangan yang dibentuk menyerupai kepala kijang, kepala angsa, kepala kelinci dan lain-lain. Tembok atau dinding yang warna dasarnya putih, pada sebagian bidangnya berubah menjadi hitam, karena adanya tangan yang menghalangi cahaya. Akibatnya bayangan tangan mu...</description>
			<content:encoded>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Pengalaman melihat bayangan pada tembok atau dinding, pada waktu bermain membentuk bayangan dengan tangan. Bayangan tersebut tampak karena adanya cahaya&amp;nbsp; yang mengarah ke tembok atau dinding tersebut terhalang oleh tangan yang dibentuk menyerupai kepala kijang, kepala angsa, kepala kelinci dan lain-lain. Tembok atau dinding yang warna dasarnya putih, pada sebagian bidangnya berubah menjadi hitam, karena adanya tangan yang menghalangi cahaya. Akibatnya bayangan tangan muncul pada tembok atau dinding tersebut. Dari melihat bayangan tesebut (sebagai objek nyata), saya tertarik dan tergugah serta menjadikan saya berpikir, kemudian berkeinginan untuk mngolah cahaya dan bayangan tersebut dalam bentuk yang lain.&lt;br&gt;Pengalaman yang lain, ketika melihat pementasan wayang kulit. Selain cerita dan penampilan gerak wayang itu sendiri, ada satu bagian yang menarik dan menggugah pikiran, yaitu bayangan yang ada pada tabir atau layar tersebut. Bayangan me(bayangan) pada layar atau tabir tersebut menjadi obyek nyata dan menjadi sumber inspirasi untuk berkarya. Namun bukan bentuk wayang itu sendiri yang dijadikan titik tolak penciptaan, melainkan bayangan hitam pada layar atau tabir yang putih tersebut dan doilah dengan bentuk yang lain. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Dari pengalaman-pengalaman itulah saya mendapatkan dorongan yang kuat untuk&amp;nbsp; mengembangkan ide memalui pengolahan dan penyusunan cahaya dan bayangan menjadi bentuk karya dalam perwujudan yang nyata.&lt;br&gt;Melalui pengamatan langsung pada obyek nyata kemudian memikirkannya dengan melakukan percobaan, sampai pada penciptaan atau perwujudan karya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Telaah pustaka&lt;br&gt;Cahaya maupun bayangan hanya dapat ditangkap oleh mata. Bayangan akan terlihat jelas serta tajam, bila ada cahaya yang kuat mengarah ke obyek atau benda yang menghalanginya. Permukaan yang menonjol alan lebih terang karena sorotan cahaya, dan permukaan yang cekung kedalam atau lebih rendah dari permukaan bidang datar, akan terlihat gelap karena cahaya terhalang.&lt;br&gt;Wucius wong menyebutkan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&quot;permainan cahaya pada barik raba dapat sangat menarik. Beberapa jenis bahan yang dapat memantulkan atau membiaskan cahaya dengan hasil yang mempesona. Sifat raba atau nilai raba permukaan yang kasar biasanya dipertegas oleh cahaya dari samping.&amp;nbsp; (wucius wong, 1986:80)&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dari yang teah disebutkan di atas dapat disimpulkan bahwa bayangan dapat diolah, dicari, disusun, disesuaikan dengan kehendak seniman. Melalui bidang yang rata dengan cara dilubangi, disusun, ditempel, dimiringkan (seperti lipatan). Hal ini merupakan upaya agar dapat menghasilkan permainan gelap terang, dari akibat terhalangnya cahaya dan cahaya yang langsung mengenai bidang tersebut. Permainan terang dan gelap tersebut merupakan suatu gejala perubahan intensitas warna memalui olahan cahaya dan bayangan. Kata lain, bahwa cahaya dan bayangan dapat dijadikan bentuk ekpresi dan membawa nilai-nilai estetis.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Mengutip tulisan Garret:&lt;br&gt;&quot;Light is both a tool and a medium of expression. Sun light, for example, can be used to modulate archtitectural forms or be subtly enrich the patterning of shadowa. Flame, too, can be manipulated to create mobile, changing&amp;nbsp; light and shadow patterns-emphasizing, dramatizing, obliterating, or distorting to produce the desired visual effect. Artificial light is an even more flexible tool and medium for the artful articulation of matter and space.&amp;nbsp; As a medium of expression, we may manipulate light in such ways as reflection, diffusion, transmission, modulation, or polarization…” (Garret, 1967: 10)&lt;br&gt;Selain cahaya dan bayangan, warna juga digunakan dalam mewujudkan idea atau sebagai media ekspres. Pengertian warna disebutkan dalam ensiklopedi umum, sebagai berikut;&lt;br&gt;&quot;warna, sifat cahaya bergantung pada panjang gelombang. Warna suatu benda bergantung kepada panjang gelombang cahaya yang dipantulkan benda tersebut. Benda yang memantulkan cahaya panjang gelombang terlihat putih; benda yang sama sekali tidak memantulkan terlihat hitam…”(ensiklopedi, 1973: 1405).&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dalam kamus besar bahasa Indonesia disebutkan:&lt;br&gt;Warna, kesan yang diperoleh mata dari cahaya dipantulkan oleh benda-benda yang dikenalnya; corak rupa seperti, biru dan hijau (kamus, 1988:1008)&lt;br&gt;&lt;br&gt;Menurut Itten:&lt;br&gt;Colors result from light waves, a aparticular kind of electromagnetic energy. The human eye can perceive light of wave length between 400 and 700 millimicrons only…” (itten, 1983:15)&lt;br&gt;Warna merupakan hasil dari gelombng-gelombang cahaya atau semacam tenaga elektromagnetik. Mata manusia hanya dapat menangkap cahaya pada panjang gelombang, antara 400 hingga 700 milimikron.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Seperti telah disebutkan di muka, bahwa berkarya dengan cahaya, bayangan dan warna telah banyak dilakukan oleh seniman-seniman sebelumnya, walaupun bentuk dan konsepnya berbeda-beda. Sebagai contoh:&lt;br&gt;Tom Douglas Jones, berkarya dengan menggunakan alat proyeksi warna Symphocrome, yang didemonstrasikan pada tahun 1938. Seperti yang disebut dalam bukunya Science and technology in the Arts: &quot;…his first color projection device, which he called the symphochrome was made and demonstrated in 1938…” (Kranz, 1974: 166, 193), setelah itu Jones melakukan eksperimen atau percobaan-percobaan dalam cahaya dan warna. Karya-karya yang dihadirkan merupakan pengolahan cahaya dan warna melalui bantuan beberapa peralatan seperti: Colortron (alat untuk pengendalian cahaya berwarna), Chromaton (alat untuk menghasilkan efek-efek cahaya yang dilengkapi dengan tombol pengontrol) dan Celeston (alat yang dapat menghasilkan cahaya yang berputar-putar). Bentuk visualnya adalah cahaya berwarna dan bayangan yang selalu berubah-ubah.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Robert Fisher berkarya dengan mengolah cahaya. Karyanya disebut light sculptures atau patung cahaya. Cahaya yang ditampung dan dilewatkan melalui lubang tabung atau pipa-pipa transparan tersebut. Salah satu karyanya yang terkenal berjudul: Totem to an Electric, dibuat pada tahun 1968, tinggi 18 inci, disebut: light sculptures (Kranz, 1974:202).&lt;br&gt;&lt;br&gt;Moholy Nagy, berkarya dengan menggunakan mesin pengatur cahaya. Melalui patung yang bergerak serta memiliki 140 bola lampu yang dihubungkan langsung dengan tromol penghubung (aliran listrik), kemudian disorotkan, maka muncul cahaya yang bergerak-gerak. Cahaya dari spotlight yang berwarna dan tidak, diatur melalui tombol atau saklar diteruskan melalui pengatur cahaya, guna mendapatkan cahaya sebagai bentuk visual. Seperti yang ditulisnya sebagai berikut:&lt;br&gt;&quot;The light display machine. This moving sculpture had 140 light bulbs connected with a drum contact. This was&amp;nbsp; arranged so that within a two-minute turning period, various colored and colorless spotlights were swithched on, creating a light display on the inside walls of a cube…(Moholy Nagy, 1946:238)&lt;br&gt;Julio Le Parch salah satu dari kelompok seniman yang bernama &quot;Groupe de Recherche d’Art Visuel”, berkarya dengan menggunakan&amp;nbsp; alumunium, kayu serta kotak proyeksi. Pemanfaatan cahaya dilakukan melalui pengaturan serta penyusunan unsur-unsur visual sedemikian rupa, menjadikan cahaya saling berpantulan dan menyebar. Salah satu karyanya berjudul: Continuel Lumiere No.5, 1964. Alumunium, wood, projection box, 48 3/4x48 ¾ in. Courtesy Howard Wise Gallery, New York (Harold Rosenberg, 1969:n140)&lt;br&gt;Norman Zammitt, menciptakan karya dengan kotak padat yang being (a solid box of clear) yang diletakkan pada alas yang berwarna gelap. Kotak being tersebut didalamnya diwarna oranye berbentuk segitiga transparan dan warna buram berbentuk kurva. Dengan adanya cahaya maka warna transparan tersebut dapat menampakkan warna yang lain. Salah satu karyanya yang dibuat tahun 1965, berjudul &quot;#3807-7:. &quot;Acrylic, baked enamel and phenolic plastic, 16x15x11” Hanse Gallery, San Fransisco. Light reveals and activates transparent orange triangles and the colors of translucent and opaque curves that are suspended in a clear plastic box &quot; (Faulkner Ziegfeld, 1960: 318)&lt;br&gt;Meskipun masih banyak karya-karya yang lain, dari beberapa contoh di atas dapat dipelajari dan dipakai sebagai bahan acuan, guna menambah wawasan dan memperkaya ide.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sebagai generasi sekarang saya perlu mencari kemungkinan-kemungkinan yang lain dalam mewujudkan suatu karya. Karya yang ingin saya wujudkan nanti, akan dihadirkan dan membawa informasi yang terkandung dalam karya tersebut. Informasi tersebut adalah: kualitas ekpsresi dari keberaturan baik bentuk maupun warna. Pada permainan cahaya dan bayangan mempengaruhi pemikiran dalam mengamatinya. Lebih-lebih apabila dalam mengamati karya tersebut menggunakan waktu yang cukup, maka penglihata&amp;nbsp; akan terangsang pemikirannya untuk merenung dan berpikir lebih dalam. Hal tersebut merupakan salah satu cara untuk mendapatkan informai yang bermacam-macam (kelembutan, kehangatan, dinamis, gairah dan lain-lainnya). Semakin direnungkan dan diamati dengan waktu yang cukup, menjadikan informasinya tidak dapat disebut melalui bahasa verbal lagi melainkan hanya dapat dirasakan saja.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Karya-karya tersebut berupa karya tiga dimensi yag digantungkan pada dinding dan disorotkan cahaya, untuk menghadirkan perbedaan intensitas warna terang dan bayangan. Garret juga menyebut bahwa warna dapat berpengaruh secara psikologis ataupun fisik, seperti yang dituliskan berikut ini:&lt;br&gt;Colors affect us psychologically as well as physically; they may arouse a variety of emotions. Unconscious associations influence our response to a greta degree. Colors may seem warm, cold, shrill, soothing, somber, sickening, gay, wild, placid, eye-splitting, or glorious. They have a direct, sensuous, intrinsic impact quite apart from associations, and they can affect our response to an object by reinforcing or contradicting its nature (Garret, 1967:11)&lt;br&gt;Hal di atas dapat kita tangkap bahwa warna dapat mempengaruhi mata, baik warna itu sendiri maupun warna yang telah melalui suatu pengolahan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Pada karya saya warna dihadirkan, dan diolah agar dapat membawa kualitas dari warna itu sendiri, di dalam semiotic warna yang membawa kulitas disebut quail sign. Dan susunan dari unsur-unsur bentuk visual geometri (terukur) dapat disebut sebagai legi sign, kemudian unsure-unsur bentuk seperti segi tiga dan segi empat, dapat juga disebut juga sebagai index.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ide penciptaan&lt;br&gt;Melalui perenungan, pertimbangan-pertimbangan dan dari berbagai masukan, serta pengalaman maupun percobaan-percobaan, ide dapat muncul untuk perwujudan suatu karya. Karya yang akan saya hadirkan merupakan hasil dari percobaan-percobaan mengolah cahaya dan bayangan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Langkah awal melalui bidang yang semula mempunyai permukaan yang rata, kemudian diolah menjadi permukaan yang tidak rata (tri matra). Dengan cara dilubangi, ditumpuk, disusun kembali, ditempel, dimiringkan (seperti lipatan), dengan maksud agar susunan unsur-unsur visual tersebut menimbulkan bayangan sebagai akibat dari cahaya yang disodorkan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Bayangan tersebut mengakibatkan perbedaan intensitas warna antara bidang yang terkena cahaya, dan bidang yang tidak kena cahaya. Perbedaan intensitas warna itulah yang menarik bagi saya untuk menciptakan karya yang mendadar pada cahaya dan bayangan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Berdasarkan dari deskripsi dan tinjauan karya , dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:&lt;br&gt;Cahaya dan bayangan dapat dijadikan sebagai pengungkapan ide ke dalam perwujudan karya, melalui sekeping kayu yang diolah. Melalui cahaya dan bayangan pada pengolahan sekeping kayu dapat menghadirkan karya-karya yang bermacam-macam atau bervariasi, sehingga kemungkinan-kemungkinan lain dapat dicari dan ditingkatkan. Bahan kayu lapis dapat dijadikan saran ungkap atau penuangan ide, selain itu juga bahan kayu masih ada kemungkinan lain untuk dimatangkan pengolahnnnya. Penggunaan warna pada karya, monochrome atau satu warna ataupun dua warna sudah dapat membawa kualitas. Sehinngga hanya dengan satu atau dua warna saja, melalui pengolahan cahaya dan bayangan sudah sapat memunculkan warna yang lain.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Seniman sebagai insan seni, sering memanfaatkan kejadian-kejadian alam atau aktifitas manusia yang ada di dunia ini, untuk dijadikan bahan inspirasi guna mewujudkan idea tau gagasannya melalui indra mata, manusia selalu mendapat dan menerima banyak informasi dari luar, namun yang dapat ditangkap dan masuk ke kesadaran hanyalah sedikit. Sehingga kadang-kadang hal-hal yang telah berlalu, dapat muncul kemali pada ingatan dan membuat susana hati yang bermacam-macm, hal ini tergantung pada apa yang diingatnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Lebih khusus lagi kejadian-kejadian sehari-hari, susana alam serta lingkungan, telah banyak memberikan kesan kepada saya, baik pada kesadaran pikiran juga pada perasaan. Semenjak kecil hingga sekarang (sejauh yang dapat diingat), kejadian-kejadian yang pernah saya alami tentunya sangat beragam, dari keragaman tersebut ada satu bagian dari kejadian yang menarik untuk dijadikan sebagai titik tolak penciptaann.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Pada waktu saya berdiri atau duduk di atas tanah atau lantai datar, dan dari arah belakang ada cahaya matahari, terliha bayangan pada tanah tersebut yang mengakibatkan adanya perbedaan intensitas warna pada bagian tanah, atau lantai yang ada bayangannya dan yang tidak. Jelasnya, permukaaan tanah atau lantai tersebut akan menjadi gelap pada bagian-bagian dimana cahaya terhalang oleh sosok atau benda, dan pada bagian lainnya yang terkena cahaya, warna akan kelihatan lebih terang.&lt;br&gt;Dari contoh diatas, bayangan yang terjadi sebagai akibat terhalangnya cahaya, merupakan gejala yang biasa, namun hal tersebut bagi saya merupakan sesuatu yang dapat menggugah perasaaan, sehingga menarik untuk dipikirkan lebih jauh dan mengolah serta mengangkat untuk dijadikan titik tolak penciptaan suatu karya, dari sini dapat ditangkap bahwa: kejadian tersebut dapat diartikan sebagai nilai dari perubahan intensitas warna, terang dan gelap, yaitu cahaya sebagai terang yang menghadirkan intensitas warna dan gelap sebagai bayangan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Cahaya sebagai dasar berkarya, tentunya sudah pernah digunakan oleh seniman lain walaupun dengan cara ataupun konsep yang berbeda-beda. Seperti Tom Douglas Jones, Robert Fisher, Moholy Nagy, Julio Le Parc dan lain-lainnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Seniman tersebut dia atas lebih mendasari pada cahaya dan warna ataupun mengolah cahaya saja. Dengan demikian saya ingin mencari kemungkinan-kemungkinan lain. Melalui pengolahan dan pengaturan cahaya akan didapat bayangan tertentu dari perubahan intesitas warna (gelap) tertentu. Dalam hal ini sumber cahaya yang akan digunakan adalah cahaya buatan yaitu lampu listrik. Cahaya dan bayangan tersebut diolah dan disusun sedemikian rupa, sehingga muncul suatu bentuk karya yang membawa nilai estetis atau bernilai seni. Untuk mendapatkan bentuk-bentuk yang dinamis serta estetis digunakn unsur-unsur visual seperti, sebagai berikut: bentuk2&amp;nbsp; geometri (segi 3, segi 4, segi panjang dan lain2). Dalam hl ini saya sengaja hanya menggunakan beberapa jenis bentuk saja, dengan maksud agar masalah dan indfiormasi dari karya tersebut dapat lebih jelas. Sehingga saya selalu memperhitungkan dan mempertimbangkan penggunaan: jenis bentuk (yang terukur), warna )monochrome atau dua warna saja), arah (horizontal, vertical dan doiagonal).&lt;br&gt;&lt;br&gt;Pertimbangan serta pengolahan unsure-unsur tersebut dimaksudkan agar unsur keberaturan lebih dominan, sedangkan unsur entropis menjadi minimal.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Uraian diatas dapat kita simpulkan bahwa pokok permasalahn ini ialah, keterkatan antara cahaya dan bayangan yang dapat mempengaruhi shade of color dalam perwujudan suatu karya melalui olahan dan percobaan.cahayan dan bayangan mempunyai kaitan yang erat, karena bayangan akan muncul apabila ada cahaya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Temukan informasi lainnya mengenai Minang, Padang, Sumatera Barat, 
perkawinan adat minangkabau, Foto Pengantin, Foto Prewedding, Photo 
Pernikahan, Fotografi Pernikahan, Photo Wedding, Fotografi Wedding, Foto
 Pernikahan, Foto Wedding hanya di Foto Pengantin &amp;amp; Prewedding: 
Photo Pernikahan &amp;amp; Fotografi Wedding,&amp;nbsp; foto perkawinan, wedding 
photo, paket foto, fotografer pernikahan, wedding photographer, pre 
wedding photographer, Minang Wedding, Pre Wedding photography &amp;amp; 
Wedding Party photography Padang – Sumbar, Padang wedding, Wedding 
Gallery &amp;amp; Event Organizer, Pre Wedding Photography, pre wedding, pre
 wedding photographer, pre wedding photography, wedding vendors, Pre 
Wedding Photography, Pre Wedding Foto, Foto Pra Nikah Foto, Paket 
Wedding, hasil foto, bentuk foto, ukuran foto,&amp;nbsp; photo pre wedding di…&lt;br&gt;&lt;br&gt;Wen’S

 Photography&lt;br&gt;
Digital Photo Studio &amp;amp; Video Shooting&lt;br&gt;
Jl. Gajah Mada No.30 Gunung Pangilun Padang&lt;br&gt;
Hp 08126764527, Telp 07519901204&lt;br&gt;&lt;a href=&quot;http://wensphotography.at.ua/blog/&quot;&gt;http://wensphotography.at.ua&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;a href=&quot;http://wensphotography.blogspot.com/&quot;&gt;http://wensphotography.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;a href=&quot;http://wensphotography.wordpress.com/&quot;&gt;http://wensphotography.wordpress.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;</content:encoded>
			<link>https://wensphotography.at.ua/blog/cahaya_dan_bayangan/2010-06-05-19</link>
			<dc:creator>fadlikoto</dc:creator>
			<guid>https://wensphotography.at.ua/blog/cahaya_dan_bayangan/2010-06-05-19</guid>
			<pubDate>Sat, 05 Jun 2010 03:51:59 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Prinsip Desain Pada Fotografi</title>
			<description>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Fotografi adalah suatu sarana untuk menyampaikan gagasan, pikiran, ide, cerita, peristiwa, dll. Seperti juga bahasa digunakan dalam menyampaikan pikiran sesorang kepada orang lain. Jika kita menguasai kosakata, ejaan yang baik, tatabahasa yang tepat maka komunikasi akan berjalan lebih lancar. Bergitu pula fotografi, jika kita menguasai prinsip-prinsip dasar fotografi seperti kesatuan, keseimbangan, irama, proporsi, persepektif, maka apa yang akan kita sampaikan sebagai gagas...</description>
			<content:encoded>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Fotografi adalah suatu sarana untuk menyampaikan gagasan, pikiran, ide, cerita, peristiwa, dll. Seperti juga bahasa digunakan dalam menyampaikan pikiran sesorang kepada orang lain. Jika kita menguasai kosakata, ejaan yang baik, tatabahasa yang tepat maka komunikasi akan berjalan lebih lancar. Bergitu pula fotografi, jika kita menguasai prinsip-prinsip dasar fotografi seperti kesatuan, keseimbangan, irama, proporsi, persepektif, maka apa yang akan kita sampaikan sebagai gagasan pada foto akan berhasil lebih baik lagi. Berikut ini prinsip-prinsip tersebut akan dibahas satu persatu:&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kesatuan&lt;br&gt;Kesatuan merupakan salah satu prinsip desain yang terpenting. Sebuah karya foto yang berhasil adalah apabila unsur-unsurnya tidak terlepas sendiri-sendiri.&lt;br&gt;Desain seperti juga karya foto dapat dibicarakan dari berbagai aspek, seperti keseimbangan, proporsi, irama, dan lain-lain. Namun kdang kala hanya ada satu aspek yang lebih menonjol dari yang lain. Hal tersebut diperbolehkan asal ada kesatuan pada foto tersebut. Komponen-komponen visual dihubungkan ssatu sama lain oleh visual yang dominan atau agak dominan, maka hubungan&amp;nbsp; ini akan member kesan kesatuan yang kuat.&lt;br&gt;Pada gambar 21 kita dapat melihat sebuah pemandangan kota, secara tidak sadar mata kita pasti terpusat pada tiang telepon karena kabel-kabel tiang telepon dan garis-garis pada bangunan mengarahkan pendangan pengamat langsung pada titik tersebut. Yang menjadi subjek adalah pemandangan kota, jelas bukan puncak tiang telepon, tapi dengan menghadirkan titik tunggal dimana hal-hal lain dalam pemandangan terlihat menyebar, pemotret telah menyatukan materi visual yang ada dan membuatnya menarik untuk dilihat.&lt;br&gt;Contoh lain pada gambar, Andre Kertesz berusaha membuat mata kita tertuju ketengah (gerobak kuda) walaupun arah orang berjalan berbeda-beda, tidak menuju kesatu arah, tapi kesan pusat segitiga sangat dominan sehingga setiap titik sudut seolah-olah mengarah kedalam.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Keseimbangan&lt;br&gt;Sebagian karya desain memperoleh efek nyaman dilihat dengan bentuk simetri dan keseimbangan yang jelas. Misalnya kesan dari 2 bentuk yang serupa. Desain lain mempunyai keseimbangan yang kurang nyata, biasa kita sebut asimetris, keseimbangan ini&amp;nbsp; dihasilkan dari interaksi komponen visual. Keseimbangan tidak perlu tergantung&amp;nbsp; pada ukuran dan bentuk yang sesuai tapi tergantung pada hubungan &quot;berat” yang ditetapkan pengamat pada masing-masing unsur pada elemen-elemen gambar, menentukan jumlah yang bervariasi dari perhatian pengamat yaitu bergantung pada ukuran, warna , lokasi, bahkan ketertarikan pengamat pada objek tertentu. Kesemua tuntutan ini meungkinkan keseimbangan dalam kalkulasi pemahaman yang hampir mustahil diterangkan dengan kata-kata. Tapi biar bagaimanapun keseimbangan dapat dicapai bila terdapat kesan stabilitas dan kenyamanan pada pengamat dan balikan ini mungkin sesuai dengan tujuan pemotret.&lt;br&gt;Sebagai contoh kita lihat 3 karya berikut. Pada gambar 23 terlihat garis keseimbangan yang jelas yang membagi dua bagian yaitu batuan disebelah kiri dan air terjun disebelah kanan.&lt;br&gt;Pada gambar 24 seakan-akan ruang sebelah kiri lebih berat daripada ruang kanan, namun ruang kanan yang terang ditambah dengan sekelompok tumbuhan disebelah atas membuat foto ini nyaman dilihat dan terasa seimbang&lt;br&gt;Kasus yang ekstrim dapat kita lihat pada gambar 25, karya Oelle Ballenger, keseimbangan dicapai oleh warna hijau yang berat disebalah kiri dan menempati ruang yang relatif kecil dibanding ruang disebelah kanan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Irama&lt;br&gt;Asal kata irama (rhytm-inggris) ialah dari bahasa yunani, rhein, artinya arus/aliran. Dalam komposisi musik, menurut kamus besar bahasa Indonesia, irama adalah gerakan berturut-turut secara teratur, turun naik lagu atau bunyi yang beraturan, alunan yang terjadi karena perulangan atau pergantian, kesatuan bunyi dalam arus panjang pendek bunyi, keras lembut tekanan dan tinggi rendah nada.&lt;br&gt;Dalam gambar masalah irama dirasakan penting juga dengan pertimbangan bahwa perhatian pengamat berjalan dan berubah dari sati titik ke titik lain.&lt;br&gt;Irama diciptakan ketika komponen-komponen gambar yang serupa diulang pada jarak waktu atau interval yang tetap atau hampir tetap.&lt;br&gt;Perhatian pengamat merupakan daya tarik yang diwujudkan melalui image disepanjang garis perulangan dan hasilnya adalah kesan keteraturan dan kesatuan&lt;br&gt;Sebagai tambahan, irama visual dapat membantu untuk membangun ketepatgunaan maksud dalam gambar, seperti jika kita membelah kayu, akan lebih mudah memotongnya dengan irama yang konstan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Proporsi&lt;br&gt;Proporsi merupakan perbandingan yang lahir karena adanya penetapan luas atau isi antara bagian yang satu dengan yang lainnya dalam sebuah karya foto.&lt;br&gt;Bila sebuah garis membagi dua suatu gambar, maka perbandingan&amp;nbsp; diantara keduanya adalah proporsi. Perbandingan tersebut dapat dinilai secara objektif seperti besarnya ukuran, jumlah elemen, warna dan juga secara subjektif seperti tone, perhatian pengamat, keharmonisan dan misi yang ingin disampaikan pemotret.&lt;br&gt;Contoh ini dapat kita lihat pada gambar 28. Proporsi antara langit dan tanah pada foto ini sangat berbeda, padahal gambar ini mengikuti aturan proporsi harmonis yang seharusnya. Walau demikian gambar ini mempunyai untuk disajikan dengan baik. Langit berawan digambarkan lebih banyak daripada tanah, member kesan yang berlebihan akan kebesaran alam dan kincir angin yang seperti mainan menyatakan betapa kecilnya manusia dibanding dengan kebesaran alam.&lt;br&gt;Pada contoh gambar 29, pemotret mempunyai maksud lain, ia membuat langit yang menempati bagian kecil diantara panorama padang yang luas. Seakan-akan kita melihat ke bibir jurang atau dari puncak gunung. Padahal pada kenyataannya ukuran batu tersebut tidak sebesar yang kita kira, tinggi nya hanya sekitar 10 meter. Dengan permainan proporsi ini maka kita dapat memberikan persepsi yang bebeda-beda pada pengamat.&lt;br&gt;Perspektif&lt;br&gt;Persepektif adalah sudut pandangan yang membuat objek terlihat mengecil sejalan dengan mmembesarnya jarak. Juga seakan-akan membuat garis-garis parallel seperti bertemu atau berkempul di titik horizon. Arti lain yaitu menciptakan ilussi dari ruang 3D dalam foto. Dapat memberi petunjuk mengenai ukuran objek, titik hilang yang diinterpretasikan oleh otak sebagai indikasi kedalaman&lt;br&gt;Aturan penggambaran perspektif berawal dari jaman renaissance, abad 15, dan sistem tersebut kemudian menjadi ketetapan dalm seni barat.&lt;br&gt;Ketika kamera ditemukan untuk memproduksi perspektif secara otomatis, seorang pemotret selain dapat membuat penggambaran perspektif dapat juga menekannya (membuat kedataran). Seperti contoh pada gambar 30, pemandangan kota relatif member kesan datar karena hanya terdiri sedikit garis yang menuju horizon. Sedang pada gambar 31, titik hilang pada horizon sangat ditekanan, dengan mengecilnya benda-benda yang jauh, kedalamanan ruang menjadi inti pada gambar ini. Pemandangan ini member kesan terbuka dan menonjolkan petunjuk perspektif, antara lain ukuran relatif rumah dan pagar, garis-garis dari pagar, kabel telepon yang menuju titik hilang&lt;br&gt;Gambar 30 juga menggunakan titik hilang. Tapi dengan mencetak bayangan back ground dengan sangat gelap, pemotret memutus garispgaris yang menuju titik hilang pada jalanan sebelum mereka mencapai horizon.&lt;br&gt;Contoh penggunaan perspektif yang ekstrim terliht pada gambar, Yale Joel sengaja membuat distorsi perspektif psada gedung. Hal ini ganya bisa dicapai dengan menggunakan lensa sudut lebar.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Makalah Akademik, Mata Kuliah DS 400 seminar, Prinsip Desain Pada Fotografi, Hendarmin R.S, Jurusan Desain, Fakultas Seni Rupa dan Desain, ITB 1997.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Temukan informasi lainnya mengenai Minang, Padang, Sumatera Barat, 
perkawinan adat minangkabau, Foto Pengantin, Foto Prewedding, Photo 
Pernikahan, Fotografi Pernikahan, Photo Wedding, Fotografi Wedding, Foto
 Pernikahan, Foto Wedding hanya di Foto Pengantin &amp;amp; Prewedding: 
Photo Pernikahan &amp;amp; Fotografi Wedding,&amp;nbsp; foto perkawinan, wedding 
photo, paket foto, fotografer pernikahan, wedding photographer, pre 
wedding photographer, Minang Wedding, Pre Wedding photography &amp;amp; 
Wedding Party photography Padang – Sumbar, Padang wedding, Wedding 
Gallery &amp;amp; Event Organizer, Pre Wedding Photography, pre wedding, pre
 wedding photographer, pre wedding photography, wedding vendors, Pre 
Wedding Photography, Pre Wedding Foto, Foto Pra Nikah Foto, Paket 
Wedding, hasil foto, bentuk foto, ukuran foto,&amp;nbsp; photo pre wedding di…&lt;br&gt;&lt;br&gt;Wen’S
 Photography&lt;br&gt;
Digital Photo Studio &amp;amp; Video Shooting&lt;br&gt;
Jl. Gajah Mada No.30 Gunung Pangilun Padang&lt;br&gt;
Hp 08126764527, Telp 07519901204&lt;br&gt;&lt;a href=&quot;http://wensphotography.at.ua/blog/&quot;&gt;http://wensphotography.at.ua&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;a href=&quot;http://wensphotography.blogspot.com/&quot;&gt;http://wensphotography.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;a href=&quot;http://wensphotography.wordpress.com/&quot;&gt;http://wensphotography.wordpress.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;</content:encoded>
			<link>https://wensphotography.at.ua/blog/prinsip_desain_pada_fotografi/2010-06-05-18</link>
			<dc:creator>fadlikoto</dc:creator>
			<guid>https://wensphotography.at.ua/blog/prinsip_desain_pada_fotografi/2010-06-05-18</guid>
			<pubDate>Sat, 05 Jun 2010 03:34:59 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Elemen Visual Pada Foto</title>
			<description>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Pada fotografi terdapat beberapa elemen visual yang turut membentuk foto. Elemen-elemen visual ini membentuk subjek dan pendukung-pendukungnya yang terorganisir sehingga terbentuk skema atau skenario. Skenario ini terbentuk melalui komposisi dari elemen-elemen visual tersebut. Sehingga tujuan pembuat foto untuk mengkomunikasikan pesan dalam foto tersebut dapat tercapai. Elemen-elemen visual tersebut adalah:&lt;br&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Shape, adalah bentuk dua dimensi yang terben...</description>
			<content:encoded>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Pada fotografi terdapat beberapa elemen visual yang turut membentuk foto. Elemen-elemen visual ini membentuk subjek dan pendukung-pendukungnya yang terorganisir sehingga terbentuk skema atau skenario. Skenario ini terbentuk melalui komposisi dari elemen-elemen visual tersebut. Sehingga tujuan pembuat foto untuk mengkomunikasikan pesan dalam foto tersebut dapat tercapai. Elemen-elemen visual tersebut adalah:&lt;br&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Shape, adalah bentuk dua dimensi yang terbentuk dalam sebuah foto. Benda ini merupakan bentuk sederhana yang dapat ditentukan dimensi vertikal dan horisontalnya. Bentuk shape ini dapat beraneka ragam bentuknya dan salah satu faktor pembentuk adalah jenis lensa yang dipakai. Melalui lensa lebar akan mendapatkan shape yang berbeda dengan lensa tele.&lt;br&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Texture, adalah gambaran tentang permukaan dari shape. Teksur dapat dilihat dalam foto yang notabene adalah benda dua dimensi dan akan membantu menampilkan efek tiga dimensi pada shape. Kekuatan dari lensa dan jenis film akan membantu menagkap tekstur dari objek secara lebih baik. Pencahayaan mempunyai peranan penting dalam proses mendapatkan tekstur dalam fotografi.&lt;br&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Form, form adalah aspek tiga dimensi yang terbentuk dari shape dan memperlihatkan bagaimana objek menempati ruang dalam foto. Form dapat dilihat melalui tanda-tanda dua. dimensi yang berada pada foto seperti, bayangan, perspektif, dan posisi objek-objek dalam foto.&lt;br&gt;4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Warna, warna merupakan bukti visual yang paling mudah terlihat dalam sebuah foto. Fotografi dapat menangkap perubahan warna yang terjadi pada sebuah keadaan.&lt;br&gt;Elemen-elemen visual diatas dapat dikombinasikan untuk mendapatkan foto yang diinginkan fotografer. Penekanan pada elemen tertentu dapat dilakukan dan elemen yang lain mendukung elemen tersebut.&lt;br&gt;Desain dalam fotografi adalah proses mengorganisasi isi sehingga mencapai tujuan yang diinginkan dan tidak hanya proses menghasilkan foto indah saja (beutification). Desain fotografi yang baik adalah organisasi elemen visual yang menampilkan keinginan fotografer menyampaikan perasaan, informasi, pandangan dan ide.&lt;br&gt;Untuk mendapatkan organisasi dari elemen visual ini terdapat beberapa cara yang membantu mendapatkan sebuah gambar yang komprehensif dan tepat pada mata pengamat. Cara-cara tersebut adalah:&lt;br&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Subjek yang dominan (dominant feature), pada sebuah foto terdapat objek yang menjadi dominan dan lainnya menjadi subordinatnya.&lt;br&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Keseimbangan (balance) merupakan keseimbangan dalam sebuah foto baik simetri atau simetri. Keseimbangan dicapai bukan oleh kesaamaan ukuran dan bidang, tetapi dapat dicapai melalui kesamaan isi dari tiap bagian.&lt;br&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Skala, rasio dari dua elemen yang dibandingkan dalam sebuah foto dan memperlihatkan hubungan kualitas objektif akan ukuran, angka, dan warna atau secara subjektif seperti tone atau ketertarikan. Skala dapat mempengaruhi keseimbangan dari setiap bagian dan dominasi subjek dengan subordinatnya.&lt;br&gt;4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ritme, terjadi apabila sebuah komponen dalam foto diulang atau mengalami repetisi dengan interval waktu yang tertentu, perhatian pengamat akan mengikuti gerakan yang diciptakan oleh ritme tersebut.&lt;br&gt;5.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Perspektif, merupakan ilusi tentang ruang objek tiga dimensi. Objek seakan mengecil berbanding lurus dengan jarak dan garis parallel seakan menyempit sewaktu mendekati garis horizon. Penggunaan perspektif memperlihatkan kedalaman sebuah foto yang berpengaruh pada arti foto tersebut.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Makalah Akademik, Mata Kuliah DS 400 seminar, Prinsip Desain Pada Fotografi, Hendarmin R.S, Jurusan Desain, Fakultas Seni Rupa dan Desain, ITB 1997.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Temukan informasi lainnya mengenai Minang, Padang, Sumatera Barat, 
perkawinan adat minangkabau, Foto Pengantin, Foto Prewedding, Photo 
Pernikahan, Fotografi Pernikahan, Photo Wedding, Fotografi Wedding, Foto
 Pernikahan, Foto Wedding hanya di Foto Pengantin &amp;amp; Prewedding: 
Photo Pernikahan &amp;amp; Fotografi Wedding,&amp;nbsp; foto perkawinan, wedding 
photo, paket foto, fotografer pernikahan, wedding photographer, pre 
wedding photographer, Minang Wedding, Pre Wedding photography &amp;amp; 
Wedding Party photography Padang – Sumbar, Padang wedding, Wedding 
Gallery &amp;amp; Event Organizer, Pre Wedding Photography, pre wedding, pre
 wedding photographer, pre wedding photography, wedding vendors, Pre 
Wedding Photography, Pre Wedding Foto, Foto Pra Nikah Foto, Paket 
Wedding, hasil foto, bentuk foto, ukuran foto,&amp;nbsp; photo pre wedding di…&lt;br&gt;&lt;br&gt;Wen’S
 Photography&lt;br&gt;
Digital Photo Studio &amp;amp; Video Shooting&lt;br&gt;
Jl. Gajah Mada No.30 Gunung Pangilun Padang&lt;br&gt;
Hp 08126764527, Telp 07519901204&lt;br&gt;&lt;a href=&quot;http://wensphotography.at.ua/blog/&quot;&gt;http://wensphotography.at.ua&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;a href=&quot;http://wensphotography.blogspot.com/&quot;&gt;http://wensphotography.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;a href=&quot;http://wensphotography.wordpress.com/&quot;&gt;http://wensphotography.wordpress.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;</content:encoded>
			<link>https://wensphotography.at.ua/blog/elemen_visual_pada_foto/2010-06-05-17</link>
			<dc:creator>fadlikoto</dc:creator>
			<guid>https://wensphotography.at.ua/blog/elemen_visual_pada_foto/2010-06-05-17</guid>
			<pubDate>Sat, 05 Jun 2010 03:33:18 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Sifat Dasar Kamera</title>
			<description>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Sesungguhya kamera adalah suatu alat yang&amp;nbsp; merekam secara optis, mekanis, kimiawi. Baik benda, mansia dan keadaan, dengan cara yang teliti, objektif dan menyeluruh sesuai dengan perspektif dan sudut pandang lensa yang dipakainya. Berdasar atas sifat optis, mekanis, kimiawi ini maka dengan kemajuan teknologi tercapai kemampuan untuk merekam hal-hal yang melebihi observasi dengan mata.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ada beberapa sifat fotografi yang khas antara lain:&lt;br&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Peng...</description>
			<content:encoded>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Sesungguhya kamera adalah suatu alat yang&amp;nbsp; merekam secara optis, mekanis, kimiawi. Baik benda, mansia dan keadaan, dengan cara yang teliti, objektif dan menyeluruh sesuai dengan perspektif dan sudut pandang lensa yang dipakainya. Berdasar atas sifat optis, mekanis, kimiawi ini maka dengan kemajuan teknologi tercapai kemampuan untuk merekam hal-hal yang melebihi observasi dengan mata.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ada beberapa sifat fotografi yang khas antara lain:&lt;br&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pengungkapan fotografis adalah objektif. Artinya tidak mengubah. Prinsipnya perekaman dilakukan secara visual kepda benda-benda tersebut menurut besar, dimensi, jumlah tekstur dan warnanya. Gambaran visualnya tidak mengubah dan menipu kecuali kalau ada maksud demikian dari pemotretnya.&lt;br&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Daya ingatannya tanpa batas, berbeda dari manusia yang daya ingatannya dalam melihat benda-benda atau detail berjumlah besar, sangat terbatas. Manusia dengan hanya melihat, tidak dapat mengingat-ingat lagi sejumlah besar detail yang harus diuraikan secara tertulis diatas kertas&lt;br&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Daya penglihatannya dalam sinar yang lemah melebihi mata, berhubung film mempunyai kemampuan untuk menumpuk sinar, sehingga kesan dapat digambarkan diatas film saat mata tidak mampu lagi melihat dalam keadaan remang-remang.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Berikut ini diberikan beberapa contoh yang dapat menggamabarkan kelebihan-kelebihan kamera dibandingkan dengan penglihatan manusia:&lt;br&gt;Dengan kemampuan film menyimpan dan mengawetkan gambar, kesan-kesan yang telah direkam dapat dipertunjukkan berulang-ulang tanpa kejemuan misalnya jalannya peluru, butir-butir air dari gelombang laut, atau berubahnya warna dengan cepat. Sedangkan pada mata kita, tidak menyimpan kesan tetapi kesannya tersimpan di dalam otak sebagai kenangan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dengan teknik pengendalian jarak jauh (telecontrol, radio control) kamera dapat dibawa kedalam satelit untuk memotret bulan atau planet-planet, antara lain untuk mengetahui sifat-sifat permukaan planet itu. Kamera dapat dibawa kedalam laut dan dengan peralatan yang khusus dapat merekam kehidupan bawah air. Didalam kedokteran kamera dapat berguna untuk memotret organ-organ dalam tubuh manusia, misalnya lambung dan usus yaitu dengan cara memasukkan optical fibres kedalam tubuh.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kamera dapat merekam objek-objek yang sangat kecil dengan menggunakan mikroskop atau mikroskop electron.&lt;br&gt;Kamera besar dengan film berukuran besar yang dibawa oleh pesawat terbang dapat memotret bumi dan mengadakan pemetaan secara lebih cepat dan tepat daripada dengan mengadakan cara tradisonal diatas tanah. Dengan dilengkapai teleskop kamera dapat merekam bintang-bintang yang sangat jauh.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dengan mengadakan pemotretan secara berturut-turut dengan interval waktu, kamera dapat merekam perubahan bentuk awan dan dengan demikian mempelajari cuaca. Mata tidak dapat menyimpan kesan dan mempertunjukkan kembali apa yang telah direkam.&lt;br&gt;Dengan menggunakan film infra merah kamera dapat merekam objek didalam gelap yang tidak dapat dilihat oleh mata. Malahan dapat memotret kesan yang ditinggalkan oleh sesuatu yang sudah lewat.&lt;br&gt;Dengan menggunakan sinar rontgen yang dapat menembus lapisan-lapisan lunak, kamera dapat merekam detail benda-benda keras seperti tulang atau organ-organ didalam tubuh yang telah diisi cairan radio-opaque (contrast medium) yang tidak mungkin dilihat oleh mata telanjang.&lt;br&gt;Dengan diperlengkapi film yang peka terhadap berbagai sinar spectrum, kamera dapat merekam keadaan bumi dan laut dengan mineral atau tumbuh-tumbuhan diatasnya, untuk member informasi tentang bagian-bagian laut yang dalam atau dangkal, ataupun tempat-tempat dimana ada pabrik atau tempat peluncuran roket untuk kepentingan strategi intelligent&lt;br&gt;Namun hal-hal tsb dapat terjadi jika mnusia sendiri yang menciptakan alat atau berbagai perlengkapan bagi pemotretan-pemotretan dengan tujuan khusus tsb. Jadi sebenarnya kemampuan kamerapun hanya dibatasi oleh akal dan kemampuan manusia sendiri.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Unsur&amp;nbsp; kesenirupaan pada fotografi&lt;br&gt;Fotografi dapat dikatakan sebagai seni visual, tergantung dari bagaimana kesanggupan si pemotret atau si pengamat untuk&amp;nbsp; melihat suatu karya foto secara teliti dan dapat menguraikan hal-hal yang tercakup didalamnya sehingga menyimpan suatu arti.&lt;br&gt;Seorang pemotret harus membiasakan dirinya untuk melihat segala sesuatu secara tajam, menangkap makna subjeknya. Hal inilah yang sebenarnya menjadi titik tolak untuk mendapatkan suatu arti dalam karya foto, karena makna merupakan suatu tabir haluus yang sangat sulit ditangkap. Untuk mendapatkanya, sebelum mengungkapkan kesimpulan-keseimpulan tertentu, sipemotret harus melihat segala sesuatu didalam subjeknya secara jelas.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dalam pencarian makna ini ada istilah yang disebut seni eksplorasi. Seni eksplorasi ini dibagi menjadi 3 bagian yaitu:&lt;br&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pengertian mendalam secara emosional pada objek&lt;br&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pengamatan yang serius terhadap karakteristik visual objek&lt;br&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Menyusun, memilih dan menentukan apa yang akan dibuat atau ditonjolkan dari objek tersebut.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sebagai contoh jika kita melihat sebuah objek, misalnya sebuah apel merah, maka secara emosional kita harus dapat merasakan bahwa sifatnya agresif, lambang cinta, merangsang,, indah dan mungkin terbersit rasa lapar. Namun bagi sebagian orang yang tidak menyukai apel akan merasa benci dan itu merupakan hal yang wajar. Bagi orang yang berpikiran jauh akan membayangkan bagaimana apel itu menjadid merah, dari warna hijau ke warna merah, bagaimana apel itu tumbuh, dimana kira-kira apel itu tumbuh. Apa saja kegunaan apel itu dan enaknya dimakan bersama apa saja. Bagi orang yang lebih sensitive&amp;nbsp; ia dapat merasakan bagimana rasanya menjadi apel, yang berada dibawah kerindangan daunnya, dimakan ulat, dan mungkin kulitnya keriput karena kepanasan dan busuk.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Langkah kedua ialah mengamati buah apel itu secara serius misalnya besarnya apel itu, bulatnya, kulitnya yang licin, warnanya yang merah disertai titik-titik hitam atau hijau dibeberapa tempat. Lengkungan-lengkungan yang ada, hubungannya dengan tangkai buah, kekhasan apel dibanding dengan buah lain.&lt;br&gt;Jika dirasa cukup, maka kita beralih ketahap ketiga. Disini kita &quot;menyusun” apel itu dengan faktor-faktor lain misalnya cahaya. Cahaya yang jatuh pada permukaan apel itu dapat memberikan efek yang berbeda-beda. Hal ini disebabkan krena baynagan yang terjadi pada apel atau meja (alas), disini kita harus menentukan juga apakah harus ada meja, meja yang bagaimana, apakah apel tersebut ditempatkkan disebuah ruangan, apakah perlu ditempatkan disebuah ruangan, apakah perlu ditempatkan benda-benda seperti pisau, piring disekitar apel tersebut, apa warna piringnya dan lain-lain.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Seni eksplorasi ini membuat pemotrett mempunyai banyak sekali pilihan, misalnya apakah ia harus menekankan pada tekstr daunnya, ataukah komposisi apel yang indah di atas meja makan dan apakah apel itu harus ditempatkan ditengah atau dipinggir frame. Masalah lain yang perlu dipikirkan adalah memilih alat-alat fotografi yang tepat untuk pemotretat apel tersebut&lt;br&gt;Jika seseorang bertanya, kenapa apel tersebut diletakkan dipinggir pemotret dapat menjawab karena memang bagus disitu. Kata bagus disni memang punya bobot karena diambil dari pengalaaaman dan eksplorasi. Sebagai tambahan kita juga perlu belajar dari foto-foto yang terkenal dan dinilai berhasil., tapi bukan teknik atau gayanya namun lebih dari itu, yaitu prinsip dasar yang menolong gambar itu berbicara atau bercerita.&lt;br&gt;Penekanan arti ini disesuikan karena pemotret tidak menjami npersepsi orang yang melihat foto itu akan&amp;nbsp; sama. Seorang pemotret membuat foto sebuah apel sebagai makanan yang lezat dan dapat menggambarkan arti kelezatanan itu dengan sukses kepada pengamat, namun orang yang membenci apel akan memberikan persepsi yang berbeda karena emosi berpengaruh besar, tapi walaupun demikian jika foto itu sukses maka orang yang membenci apel itu akan mberi kesan bahwa apel itu nikmat dan orang itupun akan menghargai karya tersebut&lt;br&gt;Untuk mendapatkan inforrmasi dari hasil penglihatan suatu karya foto, sebagai pendekatan untuk mempertimbangkannya dapat dipakai bebrapa unsur dalam kesenirupaan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Unsur rupa dan penerapannya pada fotografi&lt;br&gt;Telah kita ketahui bahwa pengungkapan fotografi adalah objektif, artinya pada prinsipnya tidak mengubah, perekaman benda-benda secara visual menurut diemensi, jumlah tekstur dan warnanya, dalam istilah seni rupa hal-hal tersbut disebut unsure rupa. Berawal dari kekuatan tersebut, maka kita dapat mewujudkan ide dengan menggunakan unsur-unsur tersebut sebagai media, agar hasil yang dicapai dapat merangsang dan bernilai. Yang terpenting dari unsur-unsur tersebut antara lain:&lt;br&gt;&lt;br&gt;Garis&lt;br&gt;Garis mempunyai arah tertentu, bisa pendek, panjang, halus, tebal, berombak, lurus, meelengkung dan beberapa sifat lainnya. Sebenarnya didunia ini tidak ada bentuk yang dinamakan garis. Garis adalah ciptaan manusia, garis merupakan kumpulan titik-titik, garis mempunyai panjang tanpa lebar, mempunyai kedudukan dan arah. Pada hakikatnya garis merupakan sisi sebuah bidang.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Bidang&lt;br&gt;Bidang adalah bentuk dalam aspek dua dimensi yang terjadi tidak hanya oleh karena adanya kesan garis, baik berupa segitiga, lingkaran, elips, dan lain sebagainya tetapi dapat juga dibentuk oleh suatu bidang warna atau karena adanya suatu kesan bentuk 3D yang mempunyai volume.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Tekstur&lt;br&gt;Tekstur adalah sifat khas permukaan suatu raut (bidang). Setiap raut memiliki permukaan dan setiap permukaan memiliki sifat khasnya, misalnya licn atau kasar, polos atau bercorak, kusam atau segar,llunak atau keras.&lt;br&gt;Sebagai hasil daya persepsi manusia tekstur merupakan elemen seni visual yang termasuk penting karena dalam kesan perabaannya akan menimbulkan &quot;rasa” seperti halus, kasar, mengkilat dan lain sebagainya. Suatu kenyataann dalam seni visual bahwa sangat sulit untuk menyimpulkan hasil penglihatan secara berlebihan sebagai suatu hal yang nyata dan alami,. Tetapi fotografi dapat mengungkapkan tekstur dengan perantara jatuhnya sinar serta lensa dan film-film modern, dengan menangkap detail yang lebih baik pada suatu permukaan benda.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Bentuk&lt;br&gt;Istilah bentuk, di dalam seni rupa adalah suatu bentuk yang menyangkut aspek tiga dimensi suatu objek yang digambarkan dengan cara menempatkan pada suatu ruang (space). Mengingat jendela bidik pada kamera fotografi hanya mempunyai satu mata (berbeda dengan teropong), maka kesan bentuk dalam sebuah foto tidak akan dirasakan secara berlebihan atau mendalam sebaik apa yang dapat dilihat oleh mata telanjang manusia. Namun sesorang pemotret yang baik harus sanggup menunjukkan kesan bentuk tiga dimensi dari bentuk gambar dua dimensi.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Warna&lt;br&gt;Setelah diketemukannya teknik pemotretan warna dipertengahan tahun 1930, maka dunia fotografi mempunyai sarana baru warna, namun penerapannya pada fotografi ternyata tidak semudah yang kita duga. Pemotret mengeluh karena ide yang hendak ia sampaikan lewat fotonya ternyata terganngu oleh warna yang tidak dikehendakinya. Memang, kadangkala terlalu banyak warna pada sebuah foto malah menganggu perhatian pengamat sehingga maksud yang ingin disampaikan oleh pemotret menjadi kurang mengena. Karena itu timbul ide-ide baru untuk mekasimalkan warna yang ada misalnya dengan menggunakan filter-filter warna, penyinaran khusus pada objek, teknik-teknikk kamar gelap, dll. Seperti unsure&amp;nbsp; rupa yang lainnya penyajian warna memerlukan control estetik, karena ia dapat menambah atau malah mengurangi nilai foto kita.&lt;br&gt;Sebelum kita melangkah lebih jauh ada baiknya kita tau defenisi warna. Menurut kamus besar bahasa indonesia, warna ialah kesan yang diperoleh mata dari cahaya yang dipantulkan oleh benda-benda yang dikenainya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Pada dasarnya warna menunjukkan tiga macam fungsi, yaitu&lt;br&gt;Mempunyai fungsi sebagai perlambangan yang ditimbulkan karena semacam kesepakatan, misalnya warna merah mengartikan stop pada lampu lalu lintas atau warna putih sebagai tanda menyerah didalam peperangan.&lt;br&gt;Mewakili kenyataan optis, misalnya hijau untuk daun-daun, biru untuk laut, langit,&amp;nbsp; hitam untuk gelap, dan lain-lain.&lt;br&gt;Mewakili sifat-sifatnya senisir yang berfungisi secara psikologis, contohnya biru berkesan dingin, merah berkesan hangat, panas, berani, merah muda berkeesan centil, coklat berkesa wibawa, dewasa.&lt;br&gt;Untuk seseorang yang peka terhadapnya, warna dapat merupakan medium yang menjadikan nilai utama pada pembuatan sebuah foto, karena warna pada hakekatnya merupakan suatu hal yang segera terlihat secara jelas dalam bebrbagai komponen pada satu gambar. &lt;br&gt;Dengan penggunaan&amp;nbsp; yang tepat maka warna dapat membuat foto menjadi lebih indah dan berhasil.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Tekstur&lt;br&gt;Secara visual, tekstur dibagi dalam 2 macam:&lt;br&gt;•&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tekstur yang nyata sesuai dengan sebagaimana tampaknya dan hasil perabaannya. Sebagai contoh misalnya sebuah foto yang direkam dengan kehalian pemotret dari suatu permukaan batu&lt;br&gt;•&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tekstrur semu, karena teknik penguasaan gelap terangnya pencahayaan yang jatuh pada objek&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dari berbagai unsur rupa diatas kita dapat mengkombinasikan beberapa unsur&amp;nbsp; tersebut dalam sebuah karya foto. Karena pada kenyataannya memang harus begitu, sebab kamera tidak dapat memblokir&amp;nbsp; satu unsur saja melainkan membuat aneka ragam kombinasi unsur-unsur rupa tersebut yang didapatkannya dari subjek foto tersebut. disni pemotret harus menyeleksi mana yang ia pentingkan pada subjek fotonya. Apakah teksturnya lebih penting dari bentuknya? Apakah digabungkan seimbang antara bentuk, tekstur dan warna?.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sebagai contoh dapat kita lihat foto-foto berikut&amp;nbsp; Dungeon Canyon, 1961, oleh Eliot Porter merupakan campuran antara warna, bentuk dan tekstur. Dapat kita lihat bahwa warna member kesan kedalaman, tekstrur batu member I kesan kokoh dan kuat, bentuk-bentuk segitiga memberi kesan arah yang dinamis. Ketiga unsure&amp;nbsp; tersebut saling mendukung untuk membuat sebuah foto yang sensasional.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Pada gambar 19, sabastian milito berhasil mengungkapkan bentuk bulat, oval dan menyudut. Dimensi ruang sangat terasa disini berkat penempatan cahaya yang&amp;nbsp; tepat, juga tekstur goresan cat oleh kuas menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan pada foto tsb. Minor lukite dalam karyanya knothole, 1967, membuat batang kayu, ini malah berkesan dua dimensi. Disini ia hanya memnetingkan tekstur kayu tersebut dan pola yang terlihat seperti garis-garis magnetis. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Makalah Akademik, Mata Kuliah DS 400 seminar, Prinsip Desain Pada Fotografi, Hendarmin R.S, Jurusan Desain, Fakultas Seni Rupa dan Desain, ITB 1997.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Temukan informasi lainnya mengenai Minang, Padang, Sumatera Barat, 
perkawinan adat minangkabau, Foto Pengantin, Foto Prewedding, Photo 
Pernikahan, Fotografi Pernikahan, Photo Wedding, Fotografi Wedding, Foto
 Pernikahan, Foto Wedding hanya di Foto Pengantin &amp;amp; Prewedding: 
Photo Pernikahan &amp;amp; Fotografi Wedding,&amp;nbsp; foto perkawinan, wedding 
photo, paket foto, fotografer pernikahan, wedding photographer, pre 
wedding photographer, Minang Wedding, Pre Wedding photography &amp;amp; 
Wedding Party photography Padang – Sumbar, Padang wedding, Wedding 
Gallery &amp;amp; Event Organizer, Pre Wedding Photography, pre wedding, pre
 wedding photographer, pre wedding photography, wedding vendors, Pre 
Wedding Photography, Pre Wedding Foto, Foto Pra Nikah Foto, Paket 
Wedding, hasil foto, bentuk foto, ukuran foto,&amp;nbsp; photo pre wedding di…&lt;br&gt;&lt;br&gt;Wen’S
 Photography&lt;br&gt;
Digital Photo Studio &amp;amp; Video Shooting&lt;br&gt;
Jl. Gajah Mada No.30 Gunung Pangilun Padang&lt;br&gt;
Hp 08126764527, Telp 07519901204&lt;br&gt;&lt;a href=&quot;http://wensphotography.at.ua/blog/&quot;&gt;http://wensphotography.at.ua&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;a href=&quot;http://wensphotography.blogspot.com/&quot;&gt;http://wensphotography.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;a href=&quot;http://wensphotography.wordpress.com/&quot;&gt;http://wensphotography.wordpress.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;</content:encoded>
			<link>https://wensphotography.at.ua/blog/sifat_dasar_kamera/2010-06-05-16</link>
			<dc:creator>fadlikoto</dc:creator>
			<guid>https://wensphotography.at.ua/blog/sifat_dasar_kamera/2010-06-05-16</guid>
			<pubDate>Sat, 05 Jun 2010 03:31:41 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Kategori Fotografi</title>
			<description>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Terry Barrett melakukan pengkategorian fotografi dalam bukunya Criticizing Photographs. Menurutnya terdapat enam kategori fotografi yang mencakup segala jenis karya foto dan berdasarkan bagaimana foto itu difungsikan dan foto itu berfungsi. Keenam kategori fotografi itu adalah:&lt;br&gt;1. Fotografi deskriptif, foto-foto mendeskripsikan objek dalam arti yang semua informasi sesuai dengan yang digambarkan dan divisualisasikan seacara detail dan jelas. Seperti tekstur dari manusia a...</description>
			<content:encoded>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Terry Barrett melakukan pengkategorian fotografi dalam bukunya Criticizing Photographs. Menurutnya terdapat enam kategori fotografi yang mencakup segala jenis karya foto dan berdasarkan bagaimana foto itu difungsikan dan foto itu berfungsi. Keenam kategori fotografi itu adalah:&lt;br&gt;1. Fotografi deskriptif, foto-foto mendeskripsikan objek dalam arti yang semua informasi sesuai dengan yang digambarkan dan divisualisasikan seacara detail dan jelas. Seperti tekstur dari manusia atau objek. Fotografer mencoba untuk merekam subjek secara terperinci dan mempunyai arti netral apabila dilihat secara interpretatif dan evaluasi. Contoh: foto ID, foto medis X-ray, foto survey, foto luar angkasa dan sebagainya.&lt;br&gt;2. Fotografi yang menjelaskan, kategori ini mempunyai sedikit perbedaan yang dengan fotografi deskriptif, kategori foto ini secara umum lebih menceritakan subjek dengan parameter waktu dan tempat sehingga dapat dijadikan bukti visual untuk beberapa kasus. Contoh: foto-foto jurnalistik, foto yang dipakai dalam buku, majalah, dan koran&lt;br&gt;3. Fotografi interpretative, foto interpretative menjelaskan subjek tetapi tidak seakurat dari kategori foto yang menjelaskan. Foto-foto ini lebih personal dan subjektif dalam interpretative, lebih menyerupai puisi dibandingkan laporan sains. Foto-foto ini pada umumnya ekspresif dan mencerminkan pandangan dari fotografernya. Foto-foto ini dapat dijelaskan tetapi ada kemungkinan tidak rasional dan terkadang mengingkari logika. Contoh: foto montase, foto yang dianggap karya seni.&lt;br&gt;4. Fotografi evaluasi etika, foto-foto yang termasuk dalam kategori ini, interpretasi di dalamnya menyebabkan terjadinya pertimbangan etika dalam&amp;nbsp; masyarakat. Reaksi yang ditimbulkan masyarakat dapat berupa pujian atau hujatan. Contoh: foto-foto perang.&lt;br&gt;5. Fotografi evaluasi estetis, foto-foto ini menimbulkan perbincangan dalam sisi estetis. Fotografer lebih mencoba mengekspresikan observasi dan kontemplasi estetisnya. Foto-foto ini lebih banyak berisi objek-objek indah yang difoto secara indah pula. Objek foto yang paling banyak dalam kategori ini adalah nude, lanskap dan still life. Proses pembuatan foto-foto ini sejak awal difoto, dicetak dan direpresentasikan selalu diberi sentuhan estetis. Contoh: foto-foto salon.&lt;br&gt;6. Fotografi teoritis: foto-foto dalam kategori ini berhubungan dengan seni dan proses pembuatan karya seni itu sendiri, termasuk politik, media presentasi, dan isu-isu yang berkisar tentang seni dan fotografi. Contoh: foto-foto konseptual.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Foto dapat masuk kedalam salah satu kategori atau lebih. Menurutnya semua foto dapat masuk kedalam kategori deskriptif, interpretatif dan teoritis. Dalam kategori deskriptif sebagian besar fotografer menginterpretasi apa yang di sampaikan melalui foto karena membuat foto berdasarkan pandapat tersendiri, pemahaman terhadap dunia dan keinginan tersendiri. Pada kategori interpretatif karena semua bentuk karya seni dan fotografi saling mempengaruhi pada setiap karya-karya yang dihasilkan. Dalam menempatkann foto pada sebuah kategori dan menunjukkan bahwa itu tepat didalamnya, yang diperlihatkan adalah mengetahui apa yang menjadi tujuannya, apa yang menjadi arahannya, dan paling banyak digunakan sebagai apa.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Aspek yang paling berpengaruh dalam pengkategorian ini adalah semua kategori ini interpretatif. Ini berarti sebelum mengkategorikan secara beralasanan kita harus menginterpretasikan dahulu. Interprteasi disini berarti mengetahui foto ini bercerita apa dan menciptakan argument berdasarkan bukti-bukti yang ada.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Konteks pada foto&lt;br&gt;Foto dilihat secara informasi yang kontekstual dan ada pada informasi pada foto itu sendiri. Terdapat tiga macam konteks yang ada dalam informasi pada foto, yaitu:&lt;br&gt;Konteks internal, konteks internal dapat dilihat secara deskriptif dengan menganalisa subjek, medium dan hubungan ketiganya. Subjek disini dapat berupa orang, objek, tempat dan kejadian yang ada dalam foto. Medium disini berarti memperlihatkan karya seni itu terdiri dari apa, form merupakan elemen-elemen visual yang membentuk gambar itu sendiri.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Konteks orisinal, konteks orisinal melihat kembali ke awal saat fotografer mengambil gambar dari suatu kejadian dan melihat latar belakang pemikiran dan keinginan dari fotografer.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Konteks eksternal, konteks eksternal adalah situasi dimana foto dipresentasikan atau ditemukan. Foto dibuat sesuai dengan konteksnya biarapun disengaja atau tidak disengaja. Jenis-jenis situasi dimana foto direpresentasikan adalah buku, galeri, museum, koran, majalah, billboard dan ruang kelas. Konteks eksternal sebuah foto dapat membuat arti dari sebuah foto bermacam-macam. Arti sebuah foto dengan mudahnya berubah sewaktu media presentasi diubah menjadi media lain. Konotasi dari pengamat akan berbeda apabila media prsentasi foto itu berbeda sehingga penting untuk memperlihatkan konteks foto akan diletakkan. Konteks eksternal atau lingkungan presentasinya adalah salah satu interpretasi bentuk sehingga perlu dilihat akurasi, kejujuran, alasannya dan konsekuensinya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Semiotika konotasi roland barthes&lt;br&gt;Untuk melihat kedudukan gambar dalam masyarakat, Roland Barthes mengembangkan semiotika konotasi yang diperuntukkan dalam membaca foto media, secara khusus foto sebagaimana kita jumpai dalam berita (photojournalistic image atau news photography) dan iklan. Pengembangan semiotika gambar ini mempunyai tujuan ganda. Pertama, Barthes ingin mengembangkan sebuah pendekatan structural untuk membaca foto media. Kedua, Barthes ingin melihat fungsi dan kedududukan gambar dalam pembentukan budaya media.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Fenomena gambar (mass image atau generalized image) yang merupakan pendekatan structural Barthes, menajdi perhatian Barthes karena pada tahun 2960-an Barthes melihat adanya pergeseran dari budaya tulisan ke budaya gambar. Budaya gambar mempunyai sui-generisnya sendiri, oleh karena itu fenomena ini juga harus didekati sesuai dengan watak gambar tersebut. Jika salah satu fungsi dari bahasa adalah representative (fungsi menghadirkan) maka fungsi gambar adalah untuk mengalami realitas. Sedangkan foto mempunyai kemampuan representative yang sempurna.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Foto media sebagaimana kita temukan dalam berita dan iklan, tidak dapat dilihat generalisasi tentang semiotika gambar. Mesipun demikian semiotika tentang dua jenis gambar lainnya. Barthes mengawali semiotika gambar dengan gambar berita dan iklan karena kedua jenis ini mempengaruhi secara langsung bagi munculnya kajian media massa dan kajian iklan. Perbedaan mendasar antara keduanya adalah gambar berita dibuat untuk memberikan informasi pada para pembacanya dan gambar iklan untuk mengajak pembaca menjadi salah satu consumer setia dari komoditas yang sedang diiklankan, selain itu diakui iklan memberikan informasi komersial dan berita terkadang memberikan propaganda. Kesamaan yang ada antara kedua jenis ini adalah dapat dipakai sistem campurn (masing-masing mempunyai dua substansi gambar dan tulisan) dan keduanya hampir selalu hadir dalam satu media secara bersamaan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Barthes melalui dua tulisannya yaitu The Photographic Message dan Rhetoric Image mengembangkan pendekatan structural untuk membaca fenomena gambar, fenomena gambar yang dikembangkan mengambil fokus pada gambar berita dan gambar iklan. Analisis structural ini dilihat sebagai proses penelitian untuk mencari the functioning of sistem of signification dan melihat simulacrum dari foto, melalui mengenal sistem semiotic gambar ini dapat dilihat watak &quot;budaya gambar” dan kemungkinan-kemungkinan yang bersala darinya. Barthes juga mengembangkan pendekatan fenomenologis melalui bukunya Camera Lucida dan melakukan koreksi terhadap teori strukturalnya. Teori tentang fenomenologisnya ini ia sebut dengan fenomenologi sinis.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Barthes melakukan pembedaan pada tanda pada sebuah&amp;nbsp; foto menjadi dua yaitu foto secara keseluruhan dan &quot;isi” dari foto tersebut. Tujuan dibedakannya tanda adalah untuk mencari batasan antara pesan denotative dan pesan konotatif. Pembedaan ini juga dilakukan karena sistem konotasi sebagai sistem semiotic tingkat dua yang dibangun di atas sistem denotative. Dalam gambar atauu foto pesan denotative adalah pessan yang disampaikan oleh gambar secara keseluruhan dan pesan konotatif adalah pesan yang dihasilka oleh unsur-unsur gambar dalam foto sejuh dapat dibedakan unsur-unsur tersebut.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Barthes menyebutkan kedudukan foto yang tidak memberikan ruang bagi pembaca melakukan ruang penaksiran sebagai analogon, yaitu pesan langsung yang disebut pesan tanpa kode. Pembaca tidak membutuhkan kode atau pengetahuan cultural untuk membuat jarak antara foto dan realitas. Signifier langsung ditangkap pesannya oleh pembaca. Pesan ini dibedakan namu tak pernah terpisahkan dari pesan simbolik atau pesan ikonik tanpa kode. Pesan simbolik dipakai Barthes untuk menunjukkan pesan yang dihasilkan oleh berbagai satuan tanda (berupa tanda ikonik) yang ada dalam gambar. Barhes menyebut pesan ini dengan a coded-iconic message, karea untuk mengkap signified dari setiap tanda ikonik dan menghubungkannya menjadi satu struktur dibutuhkan pengetahuan atau preseden sebelumnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Barthes dapat dikatakan menciptakan istilah yang berkontradiksi dengan formula dasar sistem semiotic yang selalu mengandalkan tiga unsur: sign, signifier, dan signified atau message, expression, dan content. Mengatakan bahwa ada pesan tanpa content, atau tanda tanpa signified. Jenis tanda atau pesan denotative ini yang membuat bersifat paradox dalam menyampaikan pesan atau terjadi hal yang tampaknya saling bertentangan terjadi pada waktu yang sama. Foto berita menurutnya adalah foto yang meliputi pesan tanpa kode (message without a code) dan juga sekaligus pesan dengan kode (message with code). Foto berita yang nerupakan representasi sempurna atau analogon dari realitas sebearnya (denotasi) ternyata dapat sampai pembaca sudah dalam bentuk konotasi. Konotasi ini terjad karena foto berita akan dibaca oleh publik dengan kode mereka.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Gambar sebagai sistem semiotic tidak mempunyai signified. Signified ini fungsinya diambil alih oleh signifier yang berdiri sebagai analogon. Ini berarti tanda langsung menghadirkan signified tanpa memberikan kesempatan pembaca melakukan penafsiran atau proses signifikasi. Signified dansignifier menyatu dalam analogon.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dalam bukunya Camera Lucida, Barthes menyebutkan beberapa alasan yang membuat pengamat tertarik pada suatu foto. Rasa tertarik itu membantu pengamat menentukan tanda satuan-satuan bermakna, karena perasaan itu yang membuat pengamat mempunyai satuan-satuan tertentu. Perasaan ini akan membantu menghubungkan dan mengkalimatkan satuan-satuan tersebut. Menurut pengalaman Barthes ada lima alas an ia menyenangi gambar tertentu yaitu:&lt;br&gt;•&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Informasi (to inform);&lt;br&gt;•&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Menunjuk (to signify);&lt;br&gt;•&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Melukiskan (to paint);&lt;br&gt;•&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Mengejutkan (to surprise);&lt;br&gt;•&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Membangkitkan gairah (to waken desire);&lt;br&gt;&lt;br&gt;Foto yang lebih dari satu menimbulkan efek lain yang tidak dapat ditemukan dalam foto tunggal, efek tersebut efek gerak, dinamis, lebih hidup. Menurut Barthes terjadinya sintaks dengan menampilkan seri foto sehingga foto-foto tersebut merupakan suatu hubungan logis atau diskursif.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Makalah Akademik, Mata Kuliah DS 400 seminar, Prinsip Desain Pada Fotografi, Hendarmin R.S, Jurusan Desain, Fakultas Seni Rupa dan Desain, ITB 1997.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Temukan informasi lainnya mengenai Minang, Padang, Sumatera Barat, 
perkawinan adat minangkabau, Foto Pengantin, Foto Prewedding, Photo 
Pernikahan, Fotografi Pernikahan, Photo Wedding, Fotografi Wedding, Foto
 Pernikahan, Foto Wedding hanya di Foto Pengantin &amp;amp; Prewedding: 
Photo Pernikahan &amp;amp; Fotografi Wedding,&amp;nbsp; foto perkawinan, wedding 
photo, paket foto, fotografer pernikahan, wedding photographer, pre 
wedding photographer, Minang Wedding, Pre Wedding photography &amp;amp; 
Wedding Party photography Padang – Sumbar, Padang wedding, Wedding 
Gallery &amp;amp; Event Organizer, Pre Wedding Photography, pre wedding, pre
 wedding photographer, pre wedding photography, wedding vendors, Pre 
Wedding Photography, Pre Wedding Foto, Foto Pra Nikah Foto, Paket 
Wedding, hasil foto, bentuk foto, ukuran foto,&amp;nbsp; photo pre wedding di…&lt;br&gt;&lt;br&gt;Wen’S
 Photography&lt;br&gt;
Digital Photo Studio &amp;amp; Video Shooting&lt;br&gt;
Jl. Gajah Mada No.30 Gunung Pangilun Padang&lt;br&gt;
Hp 08126764527, Telp 07519901204&lt;br&gt;&lt;a href=&quot;http://wensphotography.at.ua/blog/&quot;&gt;http://wensphotography.at.ua&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;a href=&quot;http://wensphotography.blogspot.com/&quot;&gt;http://wensphotography.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;a href=&quot;http://wensphotography.wordpress.com/&quot;&gt;http://wensphotography.wordpress.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;</content:encoded>
			<link>https://wensphotography.at.ua/blog/kategori_fotografi/2010-06-05-15</link>
			<dc:creator>fadlikoto</dc:creator>
			<guid>https://wensphotography.at.ua/blog/kategori_fotografi/2010-06-05-15</guid>
			<pubDate>Sat, 05 Jun 2010 03:25:52 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Kajian Teori Fotografi</title>
			<description>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Tidak ada yang menyangkal bahwa fotografi merupakan hobby yang popular pada saat ini, sebuah profesi yang mulai ditekuni, alat bantu untuk pengetahuan, sebuah media untuk mengungkapkan sesuatu dan banyak lagi.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Yang menjadi pertanyaan adalah apakah seseorang pemotret adalah seorang seniman dan karya-karyanya diakui sebagai suatu karya seni? Berbeda dengan pematung, penyair, pemain drama, pelukis. Pemotret menggunakan alat yang disebut kamera dan pengoperasiannya relati...</description>
			<content:encoded>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Tidak ada yang menyangkal bahwa fotografi merupakan hobby yang popular pada saat ini, sebuah profesi yang mulai ditekuni, alat bantu untuk pengetahuan, sebuah media untuk mengungkapkan sesuatu dan banyak lagi.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Yang menjadi pertanyaan adalah apakah seseorang pemotret adalah seorang seniman dan karya-karyanya diakui sebagai suatu karya seni? Berbeda dengan pematung, penyair, pemain drama, pelukis. Pemotret menggunakan alat yang disebut kamera dan pengoperasiannya relatif mudah. Orang tua dan muda dapat dengan mudah menggunakannya, apalagi di era modern ini telah banyak kamera otomatis, yang tinggal menekan sebuah tombol dan hasilnya cukup memuaskan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dibalik semua itu seseorang pematung harus bergelut dengan pahat dan palunya selama berhari-hari atau mungkin berminggu-minggu bahkan mungkin berbulan-bulan untuk menghasilkan sebuah karya yang baik. Begitu pula dengan penyair dan mesin ketiknya, pemain drama dengan ilmu panggungnya dan pelukis dengan kanvasnya.&lt;br&gt;Dari penjabaran di atas, mungkin kita dapat langsung menyimpulkan bahwa fotografi bukan suatu karya seni, malah akhir-akhir ini banyak yang menyebutkan bahwa fotografi merupakan desain karena banyak memakai prinsip-prinsip desain dalam penggunaannya, antara lain keseimbangan proporsi dan irama.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Namun Carl Mydans, seorang pemotret terkenal, berkata &quot;Bebaskan kami dari segala teknik-teknik yang membelenggu, dan kami dapat buktikan apa itu fotografi-membuat sebuah gambar yang kreatif”. Berangkat dari tulisan itu maka saya dapat mengatakan bahwa fotografi adalah karya seni namun pengerjaannya membutuhkan perencanaan, dan perencanaan tersebut biasanya didukung oleh prinsip-prinsip desain. Apa saja prinsip-prinsip desain yang mendukung fotografi, itu yang akan dijabarkan pada seminar ini.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Seminar ini kan membahas sebagaimana membuat fotografi menjadi sebuah karya yang mempunyai nilai estetik dan kreatif.&amp;nbsp; Pada seminar ini tidak akan dibahas fotografi secara teknis, misalnya berapa bukaan diafragma, berapa kecepatan rananya dll. Pembahasan akan diawali dengan kamera itu sendiri dan apa saja yang dapat dilihat oleh kamera. Bukan hanya gambar saja, melainkan makna yang lebih mendalam yaitu warna, tekstur, bidang, dan bentuk yang mungkin dalam kacamata sehari-hari sering diabaikan oleh pemotret, terutama pemotret amatir.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kemudian akan dibahas pula prinsip-prinsip yang berkenaan dengan pengambilan foto agar foto tersebut dapat lebih terlihat indah. Hal ini dapat juga mengantar kita untuk melakukan sesuatu yang lebih kreatif dan berbobot agar dapat diperoleh hasil foto yang maksimal.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Menurut Yudhi Soerjoatmodjo, pada buku paradigma dan pasar. Aspek-aspek seni visual Indonesia, asal mula fotografi dimulai karena kebutuhan praktis diantara ahli gambar dan pelukis, oleh karena itu sekitar awal abad 16-17 ditemukan alat yang disebut camera obscura yang dipakai oleh ahli gambar untuk dapat membuat gambar yang sangat persis. Camera berarti ruangan&amp;nbsp; dan obscura adalah gelap atau tidak ada cahaya. Alat ini memakai fenomena optis sehingga membentuk gambar yang terjadi melalui pantulan. Melalui eksperimen di bidang kimia dan optic dicoba untuk langsung menempelkan hasil pantulan ini pada kertas. Perkembangan berikutnya melibatkan bidang fisika optic, kimia dan matematika ,menyebabkan munculnya fotografi (Yayasan Cemeti, 2003, 155).&lt;br&gt;&lt;br&gt;Yudhi Soerjoatmodjo juga mengatakan bahwa fotografi adalah media komunikasi dan alat dialog, fotografi juga dapat dilihat secara fungsi, fotografi berfungsi secara dokumentatif, informatif dan bagian dari seni (art). Sedangkan menurut Seno Gumira Ajidarma dalam tulisannya Kalacitra, fotografi menampilkan realitas apa yang terdapat dalam sebuah foto melainkan bagaimana sebuah foto berperan dalam realitas. Foto menjadi bagian dari realitas yang dikenal dan dihayati oleh kita, karena realitas memang tampil kepada manusia sebagai representasi (kristanto@arsuka, 2002, 201).&lt;br&gt;&lt;br&gt;Fotografi&lt;br&gt;Untuk membuat sebuah karya foto yang sensasional diperlukan kekreatifan yang tinggi disertai pendalaman makna subjek yang akan kita foto. Ada teknik yang membantu dalam pencarian dan pendalaman ini yaitu yang kita sebut seni eksplorasi. Seni eksplorasi ini terdiri dari tiga bagian:&lt;br&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pengertian mendalam secara emosional pada objek&lt;br&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pengamatan secara serius terhadap karakteristik visual objek&lt;br&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Menyususn, memilih dan menentukan apa yang akan kita buat dan ditonjolkan dari objek&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ketiga hal ini tidak akan berjalan lancar jika kita tidak mempunyai ilmu-ilmu dasar rupawi yang membantu kita untuk melihat, memilih, memecahkan atau membuat keputusan foto yang bagaimana yang akan kita buat.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ilmu tersebut tak lain berkenaan dengan unsur-unsur rupa. Antara lain garis, bidang, tekstrur, bentuk dan warna. Unsur-unsur tersebut kita gabung dan diterapkan bersama didalam teori atau prinsip-prinsip yang kita sebit prinsip desain. Dengan prinsip-prinsip ini kita dapat melihat dan merasakan kesatuan, keseimbangan, irama, proporsi dan perspektif yang baik dan yang paling tepat dengan makna atau misis pemotretan kita.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Berdasarkan pengalaman, prinsip-prinsip desain ini selalu dipakai dan sangat berperan untuk membuat sebuah karya foto yang menarik dan tepat.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Saran&lt;br&gt;Kekreatifan kita untuk membuat sebuah karya foto akan bertambah sejalan dengan pengalaman. Karena itu bekal teori saja sebenarnya tidaklah cukup, namun perlu diimbangi dengan praktek secara tekun dan terus menerus.&lt;br&gt;Prinsip-prinsip desain banyak membantu kita untuk membuat sebuah karya foto yang baik, karena itu perdalamlah bagian ini secara serius, dengan lebih banyak lagi belajar lewat karya-karya foto pemotret terkenal/professional dan yang dinilai berhasil. Bukan teknik atau gayanya namun lebih dari itu yaitu prinsip dasar yang menolong gambar itu berbicara atau bercerita.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Makalah Akademik, Mata Kuliah DS 400 seminar, Prinsip Desain Pada Fotografi, Hendarmin R.S, Jurusan Desain, Fakultas Seni Rupa dan Desain, ITB 1997.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Temukan informasi lainnya mengenai Minang, Padang, Sumatera Barat, 
perkawinan adat minangkabau, Foto Pengantin, Foto Prewedding, Photo 
Pernikahan, Fotografi Pernikahan, Photo Wedding, Fotografi Wedding, Foto
 Pernikahan, Foto Wedding hanya di Foto Pengantin &amp;amp; Prewedding: 
Photo Pernikahan &amp;amp; Fotografi Wedding,&amp;nbsp; foto perkawinan, wedding 
photo, paket foto, fotografer pernikahan, wedding photographer, pre 
wedding photographer, Minang Wedding, Pre Wedding photography &amp;amp; 
Wedding Party photography Padang – Sumbar, Padang wedding, Wedding 
Gallery &amp;amp; Event Organizer, Pre Wedding Photography, pre wedding, pre
 wedding photographer, pre wedding photography, wedding vendors, Pre 
Wedding Photography, Pre Wedding Foto, Foto Pra Nikah Foto, Paket 
Wedding, hasil foto, bentuk foto, ukuran foto,&amp;nbsp; photo pre wedding di…&lt;br&gt;&lt;br&gt;Wen’S
 Photography&lt;br&gt;
Digital Photo Studio &amp;amp; Video Shooting&lt;br&gt;
Jl. Gajah Mada No.30 Gunung Pangilun Padang&lt;br&gt;
Hp 08126764527, Telp 07519901204&lt;br&gt;&lt;a href=&quot;http://wensphotography.at.ua/blog/&quot;&gt;http://wensphotography.at.ua&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;a href=&quot;http://wensphotography.blogspot.com/&quot;&gt;http://wensphotography.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;a href=&quot;http://wensphotography.wordpress.com/&quot;&gt;http://wensphotography.wordpress.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;</content:encoded>
			<link>https://wensphotography.at.ua/blog/kajian_teori_fotografi/2010-06-05-14</link>
			<dc:creator>fadlikoto</dc:creator>
			<guid>https://wensphotography.at.ua/blog/kajian_teori_fotografi/2010-06-05-14</guid>
			<pubDate>Sat, 05 Jun 2010 03:21:31 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Sumber Kekacauan Foto Pernikahan</title>
			<description>1.&amp;nbsp; Tak jeli memilih fotografer&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sebelum memutuskan siapa fotografer yang beruntung mengabadikan mempelai cantik seperti Anda, manfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk bukan hanya melihat-lihat, tapi juga mengamati portfolio mereka. Termasuk untuk foto prewedding Jika fotografer tanpa pengalaman dan keahlian yang baik yang Anda pilih untuk menghemat dana, bersiap-siaplah menanggung risikonya. Jika vendor foto pernikahan/forografi wedding yang sedang Anda incar tak bersedia memberi kelelu...</description>
			<content:encoded>1.&amp;nbsp; Tak jeli memilih fotografer&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sebelum memutuskan siapa fotografer yang beruntung mengabadikan mempelai cantik seperti Anda, manfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk bukan hanya melihat-lihat, tapi juga mengamati portfolio mereka. Termasuk untuk foto prewedding Jika fotografer tanpa pengalaman dan keahlian yang baik yang Anda pilih untuk menghemat dana, bersiap-siaplah menanggung risikonya. Jika vendor foto pernikahan/forografi wedding yang sedang Anda incar tak bersedia memberi keleluasaan, jangan ragu untuk angkat kaki dan mencari lagi.&lt;br&gt;&lt;br&gt;2. Kurang kesempatan untuk bertukar pikiran&lt;br&gt;&lt;br&gt;Usahakan menyediakan waktu untuk bertukar pikiran dengan fotografer yang Anda pilih. Jangan ragu mengungkapkan apa pun yang Anda harapkan dari dia. Satu minggu sebelum Hari H, ingatkan kembali si fotografer/jasa fotografi wedding tentang rencana yang sudah dibicarakan sebelumnya. Jika Anda punya permintaan yang lebih spesifik, ide-ide lain untuk diwujudkan, atau hal-hal apa yang justru jangan sampai masuk ke dalam photo pernikahan Anda, ungkapkan saja. Penting karena ada beberapa tempat ibadah yang memiliki area yang tak boleh difoto.&lt;br&gt;&lt;br&gt;3. Tak ada photo &quot;wish list”&lt;br&gt;&lt;br&gt;Pernah punya mimpi berfoto romantis dia atas bukit, di tengah ladang/persawahan? Atau di tengah hiruk pikuk lalu lintas kota besar? Tunjukkan gambar-gambar yang ada di majalah, foto-foto lama, atau gambar visual lain yang bisa membantu si fotografer untuk menangkap dan menerjemahkan harapan Anda. Nah, sejak Anda mengungkapkan apa yang Anda inginkan, maka si fotografer/jasa fotografi pernikahan/foto pengantin berkewajiban mengabulkan harapan Anda.&lt;br&gt;&lt;br&gt;4. Hanya mengabadikan pose atau acara tertentu&lt;br&gt;&lt;br&gt;Setiap album foto pernikahan pasti memiliki foto-foto dengan pose formal atau acara-acara resmi dari sebuah pesta pernikahan. Tapi Anda tak harus berhenti dan menyamakan photo wedding Anda dengan milik mempelai lain. Miliki foto-foto saat Anda dan si dia melakukan aktivitas santai seperti berdansa, ngobrol dengan tamu-tamu undangan, atau sekadar bertukar pandang dengan si dia di pelaminan. Momen-momen santai dan sederhana, tapi tak kalah berartinya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;5. Waktu yang kurang tepat&lt;br&gt;&lt;br&gt;Matahari bersinar cerah, langit biru memukau mata. Anda mungkin berpikir ini saat yang tepat untuk berfoto. Matahari yang bersinar terik menciptakan bayangan&amp;nbsp; yang keras dan tajam pada wajah. Dan ini, akan menghasilkan photo pernikahan yang buruk. Bersabarlah hingga matahari sore muncul.&lt;br&gt;&lt;br&gt;6. Tampil berkeringat dan berminyak di foto&lt;br&gt;&lt;br&gt;Siapa pun tahu, berdiri berdampingan cukup lama dengan mengenakan busana pengantin akan meningkatkan temperatur badan. Tapi jangan sampai kulit wajah berminyak plus keringat (terutama di area ketiak) memorakporandakan penampilan istimewa Anda. Sediakan bala bantuan berupa bedak, deodoran, dan handuk kecil sebagai penyelamat penampilan Anda.&lt;br&gt;&lt;br&gt;7. Banyak rencana, sedikit waktu&lt;br&gt;&lt;br&gt;Butuh banyak waktu untuk mengabadikan foto seluruh anggota keluarga, tiba di beberapa lokasi foto berbeda dan mendapatkan foto-foto wedding terbaik Anda dan pasangan. Permudah hidup Anda dan berbaik hatilah pada fotografer Anda dengan memberinya cukup waktu. Atur agar foto-foto keluarga didahulukan. Mulai dengan anak-anak kecil dan orang-orang tua. Berikutnya, berfoto dengan para keluarga dan teman. Terakhir (saat para tamu sudah mulai lebih berkonstrasi pada menu prasmanan di meja), sediakan waktu untuk Anda dan suami tercinta berfoto berdua. After all, it is your day!&lt;br&gt;&lt;br&gt;8. Salah posisi, salah pose&lt;br&gt;&lt;br&gt;Setelah beberapa foto, mungkin para tamu, Anda dan si dia mulai mati gaya . Pada momen-momen berbahaya seperti inilah penting bahwa fotografer bisa menjaga suasana agar tetap hidup, membuat Anda dan para tamu tetap fokus, fotogenik, dan di atas segalanya, tetap nyaman.&lt;br&gt;&lt;br&gt;9. Kehilangan momen-momen kecil nan special&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ada beberapa prosesi dalam sebuah pesta pernikahan seperti ciuman pertama si pengantin, dansa pertama antara si mempelai perempuan dengan ayahnya, pemotongan kue, dan pelemparan buket bunga. Tapi, seringkali momen-momen sederhana seperti senyum malu-malu si gadis cilik pembawa bunga, air mata bahagia dari sahabat, dan bahkan kerling mesra si dia terlupakan untuk dijepret menjadi photo wedding / foto wedding.&lt;br&gt;&lt;br&gt;10. Berhenti memotret justru di jam yang tepat&lt;br&gt;&lt;br&gt;Banyak pasangan pengantin memutuskan bahwa pukul 21.00 adalah saat yang pas untuk mengakhiri acara. Begitu juga dengan aktivitas potret-memotret (photo wedding/foto pernikahan). Cobalah menjadi pengantin yang berbeda karena justru di jam-jam setelah pukul 21.00, momen-momen istimewa muncul tak terduga.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sumber Tulisan: 88db.com&lt;br&gt;&lt;br&gt;Temukan informasi lainnya mengenai Minang, Padang, Sumatera Barat, perkawinan adat minangkabau, Foto Pengantin, Foto Prewedding, Photo Pernikahan, Fotografi Pernikahan, Photo Wedding, Fotografi Wedding, Foto Pernikahan, Foto Wedding hanya di Foto Pengantin &amp;amp; Prewedding: Photo Pernikahan &amp;amp; Fotografi Wedding,&amp;nbsp; foto perkawinan, wedding photo, paket foto, fotografer pernikahan, wedding photographer, pre wedding photographer, Minang Wedding, Pre Wedding photography &amp;amp; Wedding Party photography Padang – Sumbar, Padang wedding, Wedding Gallery &amp;amp; Event Organizer, Pre Wedding Photography, pre wedding, pre wedding photographer, pre wedding photography, wedding vendors, Pre Wedding Photography, Pre Wedding Foto, Foto Pra Nikah Foto, Paket Wedding, hasil foto, bentuk foto, ukuran foto,&amp;nbsp; photo pre wedding di…&lt;br&gt;&lt;br&gt;Wen’S Photography&lt;br&gt;
Digital Photo Studio &amp;amp; Video Shooting&lt;br&gt;
Jl. Gajah Mada No.30 Gunung Pangilun Padang&lt;br&gt;
Hp 08126764527, Telp 07519901204&lt;br&gt;&lt;a href=&quot;../&quot;&gt;http://wensphotography.at.ua&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;a href=&quot;http://wensphotography.blogspot.com/&quot;&gt;http://wensphotography.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;a href=&quot;http://wensphotography.wordpress.com/&quot;&gt;http://wensphotography.wordpress.com&lt;/a&gt;</content:encoded>
			<link>https://wensphotography.at.ua/blog/sumber_kekacauan_foto_pernikahan/2010-06-05-13</link>
			<dc:creator>fadlikoto</dc:creator>
			<guid>https://wensphotography.at.ua/blog/sumber_kekacauan_foto_pernikahan/2010-06-05-13</guid>
			<pubDate>Sat, 05 Jun 2010 02:14:48 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Foto wisuda Padang, Sumatera Barat dan sekitarnya: Wisuda itu penting ga seh?</title>
			<description>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Hari ini ada wisuda di kampus. itu artinya… barisan mobil-mobil wisudawan, mulai berjejer. parkiran penuh, malahan tadi ada yang parkir seenaknya di depan pintu.&amp;nbsp; Ada studio dadakan di jalan-jalan, bakalan ada kemping keluarga juga di parkiran menggelar tikar, makan bareng dan tiduran sekalian…*halah*. Untuk sebagian orang, wisuda adalah acara yang menyenangkan terutama buat wisudawan dan keluarganya. Buat sebagian yg lain, kayak tukang parkir dadakan, tukang jual makan...</description>
			<content:encoded>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Hari ini ada wisuda di kampus. itu artinya… barisan mobil-mobil wisudawan, mulai berjejer. parkiran penuh, malahan tadi ada yang parkir seenaknya di depan pintu.&amp;nbsp; Ada studio dadakan di jalan-jalan, bakalan ada kemping keluarga juga di parkiran menggelar tikar, makan bareng dan tiduran sekalian…*halah*. Untuk sebagian orang, wisuda adalah acara yang menyenangkan terutama buat wisudawan dan keluarganya. Buat sebagian yg lain, kayak tukang parkir dadakan, tukang jual makanan, tukang foto dadakan, wisuda bisa mendatangkan extra income buat mereka.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Jadi inget jaman diwisuda dulu. Banyak yang kudu dipersiapin buat wisuda. Ga kebayang kalo cewek ternyata ribet banget nyiap2xinnya. Ntah itu kebaya, booking salon, booking studio foto, ntah sepatu, aksesoris and tas yang mau dibawa. Pagi-pagi dah ke salon buat berkonde dan berkebaya ria, make-up semaksimal mungkin, pokoknya dandan paling eksis dah biar pede, pas di make-up aja banyak protes, kebanyakkan eye shadow lah, pake maskara bikin mata perih lah, bedaknya ketebelan, trus lipstiknya mencrang teuing, ribet!!!&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dua ratus meter sebelum nyampe di tempat acara…cciiiitt….doooeeenngg…!! barisan mobil wisudawan mulai berjejer…maceet. Kepedean dan keoptimisan turun seratus dua puluh juta lima ratus tingkat…perut mulai melilit, mules, keringat bercucuran, wajah pucat,..oowh…grasak grusuk gak jelas. Berharap tiba-tiba mobil yg di kendarai bisa terbang..ssuuuiiing…tapi apalah daya,..iringan mobil berjalan dengan kecepatan seperti orang sakit encok yang jalannya ngesot. Gak ngerti ada apa didepan sana…jam 8 kurang masih setengah perjalanan…seragam hitam yang bikin gerah, alhasil make up langsung luntur …. puanasss!!!…sementara kipas tangan engga maksimal… nyampe di tempat acara, hwarakadaaaaaaaaaaaahhh…nyari parkir susah banget….panik!panik!panik!!&lt;br&gt;&lt;br&gt;Di ruangan lagu mulai berkumandang… nyanyiin lagu kebangsaan negeri ini. Orang-orang dengan baju kerajaan masuk&amp;nbsp; dengan berbaris. Yang paling depan bawa tongkat. Setelah itu salah satu dari mereka pidato sangat singkat, cuma mau bilang: &quot;… sidang dibuka tok..tok..tok” ( or something like that), terus pasukan kerajaan keluar lagi, diringi dengan lagu lagi dari paduan suara anak baru plus ceramah, pidato Rektor dan dari perwakilan wisudawan, trus maju satu-satu untuk digeser rumbai di topi wisuda. Grogi banget pas mau naik panggung…takut salah, takut kesandung, takut kesrimpet. Rektor menyerahkan sebentuk piagam, dilanjutin dengan acara do’a. Selebihnya cuma foto-foto… ga cukup foto di kampus aja, bela-belain mengejar jadwal foto di studio.&amp;nbsp; kalo indonesia?? nyewa jas nyewa jas deh …nyeng penting pose…eh ujung-ujungnya pas bubaran sibuk nyari mobil diparkir dimana… capek hahahaa….&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Jadi mikir wisuda itu buat buat apa sih? apa juga manfaatnya klo ribet kayak gini? cuma buat cerita ke anak cucu nanti? supaya jadi kenangan sekali seumur hidup? keren-kerenan? gengsi hidup karena pernah ikut acara wisuda dan pakai toga? bangga dan keren karena telah dianggap sebagai orang yang berpendidikan? atau apa…???&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kata wisuda adalah berasal dari bahasa sanskerta &quot;wisudda” yang berarti bersih, murni, atau habis sama sekali. Misalnya dalam kitab Ramayana, sebagaimana dikutib oleh P.J. Zoetmulder, ada ungkapan &quot;Wisudha malilang langit” yang kira-kira artinya &quot;langit sedang cerah dan terang benderang”. Agaknya dari kata ini kemudian orang Jawa mengambil bagian suku kata terdepannya saja yaitu &quot;wis” sedang orang Melayu mengambil bagian dua suku kata terakhirnya yaitu &quot;sudda” yang lantas menjadi &quot;sudah”. Kini kita tahu dua kata itu artinya sama yaitu selesai atau berakhir. Dengan demikian, wisuda adalah pernyataan simbolik tentang berakhirnya suatu proses pemurnian atau pencerahan. Dengan demikian, mereka yang akan diwisuda ini adalah ibarat berlian yang sudah dimurnikan dari bongkahan batu cadas yang semula tak berharga. Ibarat lempengan besi yang kini menjadi keras dan bertuah, karena sudah ditempa dan diasah. Sekali lagi, itulah yang seharusnya terjadi. Adapun yang senyatanya terjadi adalah terpulang kepada individu masing-masing wisudawan. Apakah mereka memang sudah menjadi berlian atau tetap menjadi bongkahan batu, apakah sudah menjadi keris bertuah atau tetap sebagai onggokan besi.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Terasakah kita dengan makna wisuda tersebut? Wisuda memang hanya sebuah seremoni, gelar sarjana juga hanya simbolik tapi maknanya sodara.. makna…*sok serius mode on*&amp;nbsp; mungkin kita harusnya menyadari bahwa pada saat sebelu wisuda tersebut terdapat perjuangan panjang (apalagi yg lulusnya lama, hehe..) kita flashback ni sodara, berapa buku yang harus dibaca, berapa tanda tangan absen kuliah (yg ngabsen sendiri lho?!), berapa analisis, nalar teori serta presentasi kasus ataupun praktikum (siang malam gak tidur gara-gara praktikum) yang harus sodara jalani itu belum lagi penyusunan tugas akhir, thesis, KP/KKN serta ujian sidang yang harus dijalani? berapa banyaknya kesal saat ngejar dan nunggu dosen yang datengnya entah jam berapa, berapa asmara ataupun cinta-cinta ala anak kuliahan yg mewarnai dan harus kandas&lt;== hehe..yg ini masuk hitungan ga ya??&lt;br&gt;&lt;br&gt;Udah cukup? belum sodara,&amp;nbsp; jangan tanyakan berapa yg harus kita bayarkan untuk pengorbanan ortu, kakak, adek, suami, istri, anak.&amp;nbsp; Doa, cinta, kasih sayang, tetes peluh keringat, airmata, dan motivasi mereka yang ga bisa dirupiahkan. Doa-doa malam mereka yang membantu kita menepis kantuk tengah malam demi beberapa lembar skripsi (atau tesis, disertasi) , membantu kita bertahan dari setiap lelah tak berujung sepulang kuliah, untuk mendekap hangat ringkuk kita waktu kita benar-benar sendiri, dan menopang kaki-kaki rapuh kita dalam perjalanan luar biasa panjang ini hingga kita merasa cukup tegar untuk tetap berdiri dan berjalan lagi…berjalan lagi…berjalan lagi. Kalau saja materi yang mereka korbankan di jumlahkan dan ditagihkan pada kita untuk biaya kuliah aja? nyicil brapa lama tuh bayarnya??!! itulah mereka yang slalu bersedia apa saja untuk masa depan putra-putrinya pantaskah bila kemudian kita mengecewakan mereka? (Allah kuatkan saya dan jadikan saya selalu berbakti disepanjang nafas saya dan jadikan pula saya anak yg bisa membahagiakan mereka slalu..slalu..dan slalu). Jadi inget episode Doel saat dia wisuda, betapa bangga bapaknya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Konon ada cerita, demi menyenangkan hati orang tua, seorang mahasiswa yang sedang beperkara di jurusan dan sedang dalam proses keputusan DO, mengambil langkah nekat dengan ikut wisuda dan memboyong orang tuanya, ia mengaku sudah lulus dengan ikut wisuda illegalinisiatif sendiri (alias menipu orang tua sendiri ) demi membebaskan diri dari pertanyaan orang tua: &quot;kapan wisuda?” Untungnya orang tuanya memang tidak tahu seluk beluk wisuda, dan percaya saja kalau anaknya sudah lulus. Toga bisa dipinjam, foto bisa dibuat tapi ijasah engga bisa juga didapat dengan seudah wisuda illegal itu, atau dia sudah menyiapkan ijasah palsu untuk ditunjukan orang tuanya..? kasihan ya…!&lt;br&gt;&lt;br&gt;Pada selembar kertas kehidupan kita sudah menuliskan satu buah kerangka kehidupan entah itu berada pada poin delapan atau poin sembilan, dalam perjalanan hidup kita dengan kalimat utama: saya adalah seorang SE, SH, ST, Spsi, atau S.. S.. yang lain. Kita telah ditempa walaupun masih perlu kita tajamkan agar menjadi pisau yang berguna, kita telah melewati banyak rintangan-rintangan jeram perkuliahan yang memahirkan dan mematangkan pengetahuan, pengalaman, emosi dan ego kita, angkat dagu, tegakkan badan dan kuatkan kaki dan tangan, masih banyak yang harus kita lakukan dan tuliskan dalam kertas kehidupan kita sebelum Pencipta meminta kita untuk mengumpulkannya. akan jadi apa?…ingin berposisi mempekerjakan atau dipekerjakan adalah&amp;nbsp; pilihan pribadi, yang pasti! anda telah terlatih menjadi seorang pejuang maka berjuanglah karena itu sudah menjadi bagian dirimu. Untuk yang belum wisudaan bersegeralah karna takutnya angkatan berikutnya ketika berpapasan dengan sodara sudah ga nyapa dengan mas/mbak lagi tapi malah manggil &quot;mbah” baca: nenek/eyang.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Wisuda bukan akhir dari sebuah perjuangan selama berkuliah, namun suatu tantangan dalam menuju pintu kesuksesan dalam berkarier, berkarya, dan bekerja. Bukan saatnya lagi kita berdiam diri setelah memperoleh kemenangan tetapi kita tetap harus merencanakan hari esok. kemarin pernah baca guyonan,,,katanya kenapa pakaian wisuda itu berwarna hitam? katanya untuk menyambut datang masa-masa pengangguran,,,smoga kita tak perlu menyambutnya,,, wisuda adalah sebuah pencapaian sekaligus tantangan. Tantangan untuk berkarya lebih lagi demi kemuliaan dimata Allah. Semoga!&lt;br&gt;&lt;br&gt;Pesan Buya Hamka:&lt;br&gt;&lt;br&gt;Takut gagal adalah gagal sejati, takut mati adalah mati sebelum mati, hidup itu ialah gerak, dan gerak itu ialah berjalan terus, jatuh, naik, jatuh dan naik lagi.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dan satu lagi. Untuk kenang-kenangan. Walaupun ngga penting buat kita, mungkin sangat penting buat orang di sekeliling kita. Kakek selalu ngomong gini, selalu inget pesan kakek, &quot;belajar yang giat biar jadi orang pinter (sambil nunjuk foto wisuda bapak)”. Trus bapak juga menunjuk foto bersama saat beliau diwisuda &quot;Kenangan terakhir Bapak dengan temen-temen saat wisuda dulu…sebagian dari mereka sekarang ada yang menjadi pejabat, pengusaha, PNS…dll, setelah&amp;nbsp; itu kita gak ketemu lagi karena udah pada sibuk sama urusan masing-masing, sampai-sampai ga ada waktu buat ketemuan atau sekedar ngobrol-ngobrol. haaaah,…&lt;br&gt;&lt;br&gt;Nah cerita diatas adalah makna wisudanya, sekarang saya akan berikan tip foto wisuda agar hasilnya tidak mengecewakan. Berdasarkan pengalaman saya menangani event wisuda baik di lokasi acara maupun studio, berikut adalah tip yang dapat saya berikan:&lt;br&gt;&lt;br&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1. Jangan membuat janji untuk foto dengan studio terkenal pada hari-H karena biasanya studio dalam kedaan fully booked, juga agar anda tidak kecewa dengan hasil fotonya. Biasanya waktu penyelesaian fotonya lumayan lama 1-2 bulan. Ketika studio dalam keadaan fully booked. gak kebayang deh gimana penuh dan sesaknya, so saya tidak menyarankan ide utk berfoto disana. Tentunya kita tidak bisa berharap banyak dari seseorang dengan kondisi kerja yang seperti itu, Bagi para fotografer, keadaan ini juga sangat tidak menyenangkan. Tidak bisa memberi yang terbaik, dijejali dengan setumpuk klien yang inginnya hasil foto mereka bisa sebagus foto displaynya, sedangkan badan perlu rehat sejenak untuk sekedar mengembalikan nafas dan mencoba mengumpulkan kembali inspirasi-inspirasi yang telah tercecer. Maaf untuk kualitas gambar yang jelek deh…bayar mahal-mahal tapi hasilnya mengecewakan. Mending cari studio yang laen deh yang anda percaya, biar ga terkenal tapi kualitas bisa diandalkan.Hati-hati juga jangan sampai tertipu walaupun studionya &quot;wah” belum tentu hasilnya bagus.&lt;br&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2. Wisuda membuat orang bikin pangling karena tiba-tiba saja hari itu sibuk mendandani diri agar lebih cantik bak bidadari turun dari kahayangan, bahkan para orang tuapun tidak kalah dengan anaknya, pakaian dari jas/kebaya yang paling bagus dikenakannya. Memakai jubah hitam, toga, kebaya+high heels itu panas bgt! make up ampe luntur gara-gara keringatan. akibatnya…bikin muka kita coreng moreng. Tapi kan kalo diturutin kesel ntar acara wisudanya jadi gak asyik. Riasan untuk ke pesta atau acara penting lainnya seperti acara wisuda, pengantin, membutuhkan riasan yang tahan lama. Karena itu, ada beberapa trik khusus agar make-up yang Anda kenakan tidak mudah luntur. Riasan tahan lama bukan berarti riasan yang tebal, menor, norak dan akhirnya malah pecah-pecah saat Anda berkeringat. Tapi jangan kuatir, editor foto yang handal bisa mengatasi masalah Anda. Dengan teknologi pengolah foto sekarang, wajah anda bisa diretouch sehingga ga perlu pake riasan yang tebal/menor&amp;nbsp; biar tetap cantik di foto. Yang penting tetaplah berikanlah ekpresi terbaik Anda saat di foto.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Temukan informasi lainnya mengenai Minang, Padang, Sumatera Barat, perkawinan adat minangkabau, Foto Pengantin, Foto Prewedding, Photo Pernikahan, Fotografi Pernikahan, Photo Wedding, Fotografi Wedding, Foto Pernikahan, Foto Wedding hanya di Foto Pengantin &amp;amp; Prewedding: Photo Pernikahan &amp;amp; Fotografi Wedding,&amp;nbsp; foto perkawinan, wedding photo, paket foto, fotografer pernikahan, wedding photographer, pre wedding photographer, Minang Wedding, Pre Wedding photography &amp;amp; Wedding Party photography Padang – Sumbar, Padang wedding, Wedding Gallery &amp;amp; Event Organizer, Pre Wedding Photography, pre wedding, pre wedding photographer, pre wedding photography, wedding vendors, Pre Wedding Photography, Pre Wedding Foto, Foto Pra Nikah Foto, Paket Wedding, foto wisuda, foto keluarga, foto seminar, foto launching produk,&amp;nbsp; hasil foto, bentuk foto, ukuran foto,&amp;nbsp; photo pre wedding di…&lt;br&gt;&lt;br&gt;Wen’S Photography&lt;br&gt;
Digital Photo Studio &amp;amp; Video Shooting&lt;br&gt;
Jl. Gajah Mada No.30 Gunung Pangilun Padang&lt;br&gt;
Hp 08126764527, Telp 07519901204&lt;br&gt;&lt;a href=&quot;../&quot;&gt;http://wensphotography.at.ua&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;a href=&quot;http://wensphotography.blogspot.com/&quot;&gt;http://wensphotography.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;a href=&quot;http://wensphotography.wordpress.com/&quot;&gt;http://wensphotography.wordpress.com&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</content:encoded>
			<link>https://wensphotography.at.ua/blog/foto_wisuda_padang_sumatera_barat_dan_sekitarnya_wisuda_itu_penting_ga_seh/2010-06-05-12</link>
			<dc:creator>fadlikoto</dc:creator>
			<guid>https://wensphotography.at.ua/blog/foto_wisuda_padang_sumatera_barat_dan_sekitarnya_wisuda_itu_penting_ga_seh/2010-06-05-12</guid>
			<pubDate>Sat, 05 Jun 2010 02:11:05 GMT</pubDate>
		</item>
	</channel>
</rss>