Tuesday
2017-09-19
6:38 PM
 
WEN'S PHOTOGRAPHY
 
Welcome Guest | RSSMain | Blog | Registration | Login
Site menu
Our poll
Rate my site
Total of answers: 42
Statistics

Total online: 1
Guests: 1
Users: 0
Login form
Main » 2010 » June » 5 » Cahaya dan Bayangan
11:51 AM
Cahaya dan Bayangan
Pengalaman melihat bayangan pada tembok atau dinding, pada waktu bermain membentuk bayangan dengan tangan. Bayangan tersebut tampak karena adanya cahaya  yang mengarah ke tembok atau dinding tersebut terhalang oleh tangan yang dibentuk menyerupai kepala kijang, kepala angsa, kepala kelinci dan lain-lain. Tembok atau dinding yang warna dasarnya putih, pada sebagian bidangnya berubah menjadi hitam, karena adanya tangan yang menghalangi cahaya. Akibatnya bayangan tangan muncul pada tembok atau dinding tersebut. Dari melihat bayangan tesebut (sebagai objek nyata), saya tertarik dan tergugah serta menjadikan saya berpikir, kemudian berkeinginan untuk mngolah cahaya dan bayangan tersebut dalam bentuk yang lain.
Pengalaman yang lain, ketika melihat pementasan wayang kulit. Selain cerita dan penampilan gerak wayang itu sendiri, ada satu bagian yang menarik dan menggugah pikiran, yaitu bayangan yang ada pada tabir atau layar tersebut. Bayangan me(bayangan) pada layar atau tabir tersebut menjadi obyek nyata dan menjadi sumber inspirasi untuk berkarya. Namun bukan bentuk wayang itu sendiri yang dijadikan titik tolak penciptaan, melainkan bayangan hitam pada layar atau tabir yang putih tersebut dan doilah dengan bentuk yang lain.

Dari pengalaman-pengalaman itulah saya mendapatkan dorongan yang kuat untuk  mengembangkan ide memalui pengolahan dan penyusunan cahaya dan bayangan menjadi bentuk karya dalam perwujudan yang nyata.
Melalui pengamatan langsung pada obyek nyata kemudian memikirkannya dengan melakukan percobaan, sampai pada penciptaan atau perwujudan karya.

Telaah pustaka
Cahaya maupun bayangan hanya dapat ditangkap oleh mata. Bayangan akan terlihat jelas serta tajam, bila ada cahaya yang kuat mengarah ke obyek atau benda yang menghalanginya. Permukaan yang menonjol alan lebih terang karena sorotan cahaya, dan permukaan yang cekung kedalam atau lebih rendah dari permukaan bidang datar, akan terlihat gelap karena cahaya terhalang.
Wucius wong menyebutkan.

"permainan cahaya pada barik raba dapat sangat menarik. Beberapa jenis bahan yang dapat memantulkan atau membiaskan cahaya dengan hasil yang mempesona. Sifat raba atau nilai raba permukaan yang kasar biasanya dipertegas oleh cahaya dari samping.  (wucius wong, 1986:80)

Dari yang teah disebutkan di atas dapat disimpulkan bahwa bayangan dapat diolah, dicari, disusun, disesuaikan dengan kehendak seniman. Melalui bidang yang rata dengan cara dilubangi, disusun, ditempel, dimiringkan (seperti lipatan). Hal ini merupakan upaya agar dapat menghasilkan permainan gelap terang, dari akibat terhalangnya cahaya dan cahaya yang langsung mengenai bidang tersebut. Permainan terang dan gelap tersebut merupakan suatu gejala perubahan intensitas warna memalui olahan cahaya dan bayangan. Kata lain, bahwa cahaya dan bayangan dapat dijadikan bentuk ekpresi dan membawa nilai-nilai estetis.

Mengutip tulisan Garret:
"Light is both a tool and a medium of expression. Sun light, for example, can be used to modulate archtitectural forms or be subtly enrich the patterning of shadowa. Flame, too, can be manipulated to create mobile, changing  light and shadow patterns-emphasizing, dramatizing, obliterating, or distorting to produce the desired visual effect. Artificial light is an even more flexible tool and medium for the artful articulation of matter and space.  As a medium of expression, we may manipulate light in such ways as reflection, diffusion, transmission, modulation, or polarization…” (Garret, 1967: 10)
Selain cahaya dan bayangan, warna juga digunakan dalam mewujudkan idea atau sebagai media ekspres. Pengertian warna disebutkan dalam ensiklopedi umum, sebagai berikut;
"warna, sifat cahaya bergantung pada panjang gelombang. Warna suatu benda bergantung kepada panjang gelombang cahaya yang dipantulkan benda tersebut. Benda yang memantulkan cahaya panjang gelombang terlihat putih; benda yang sama sekali tidak memantulkan terlihat hitam…”(ensiklopedi, 1973: 1405).

Dalam kamus besar bahasa Indonesia disebutkan:
Warna, kesan yang diperoleh mata dari cahaya dipantulkan oleh benda-benda yang dikenalnya; corak rupa seperti, biru dan hijau (kamus, 1988:1008)

Menurut Itten:
Colors result from light waves, a aparticular kind of electromagnetic energy. The human eye can perceive light of wave length between 400 and 700 millimicrons only…” (itten, 1983:15)
Warna merupakan hasil dari gelombng-gelombang cahaya atau semacam tenaga elektromagnetik. Mata manusia hanya dapat menangkap cahaya pada panjang gelombang, antara 400 hingga 700 milimikron.

Seperti telah disebutkan di muka, bahwa berkarya dengan cahaya, bayangan dan warna telah banyak dilakukan oleh seniman-seniman sebelumnya, walaupun bentuk dan konsepnya berbeda-beda. Sebagai contoh:
Tom Douglas Jones, berkarya dengan menggunakan alat proyeksi warna Symphocrome, yang didemonstrasikan pada tahun 1938. Seperti yang disebut dalam bukunya Science and technology in the Arts: "…his first color projection device, which he called the symphochrome was made and demonstrated in 1938…” (Kranz, 1974: 166, 193), setelah itu Jones melakukan eksperimen atau percobaan-percobaan dalam cahaya dan warna. Karya-karya yang dihadirkan merupakan pengolahan cahaya dan warna melalui bantuan beberapa peralatan seperti: Colortron (alat untuk pengendalian cahaya berwarna), Chromaton (alat untuk menghasilkan efek-efek cahaya yang dilengkapi dengan tombol pengontrol) dan Celeston (alat yang dapat menghasilkan cahaya yang berputar-putar). Bentuk visualnya adalah cahaya berwarna dan bayangan yang selalu berubah-ubah.

Robert Fisher berkarya dengan mengolah cahaya. Karyanya disebut light sculptures atau patung cahaya. Cahaya yang ditampung dan dilewatkan melalui lubang tabung atau pipa-pipa transparan tersebut. Salah satu karyanya yang terkenal berjudul: Totem to an Electric, dibuat pada tahun 1968, tinggi 18 inci, disebut: light sculptures (Kranz, 1974:202).

Moholy Nagy, berkarya dengan menggunakan mesin pengatur cahaya. Melalui patung yang bergerak serta memiliki 140 bola lampu yang dihubungkan langsung dengan tromol penghubung (aliran listrik), kemudian disorotkan, maka muncul cahaya yang bergerak-gerak. Cahaya dari spotlight yang berwarna dan tidak, diatur melalui tombol atau saklar diteruskan melalui pengatur cahaya, guna mendapatkan cahaya sebagai bentuk visual. Seperti yang ditulisnya sebagai berikut:
"The light display machine. This moving sculpture had 140 light bulbs connected with a drum contact. This was  arranged so that within a two-minute turning period, various colored and colorless spotlights were swithched on, creating a light display on the inside walls of a cube…(Moholy Nagy, 1946:238)
Julio Le Parch salah satu dari kelompok seniman yang bernama "Groupe de Recherche d’Art Visuel”, berkarya dengan menggunakan  alumunium, kayu serta kotak proyeksi. Pemanfaatan cahaya dilakukan melalui pengaturan serta penyusunan unsur-unsur visual sedemikian rupa, menjadikan cahaya saling berpantulan dan menyebar. Salah satu karyanya berjudul: Continuel Lumiere No.5, 1964. Alumunium, wood, projection box, 48 3/4x48 ¾ in. Courtesy Howard Wise Gallery, New York (Harold Rosenberg, 1969:n140)
Norman Zammitt, menciptakan karya dengan kotak padat yang being (a solid box of clear) yang diletakkan pada alas yang berwarna gelap. Kotak being tersebut didalamnya diwarna oranye berbentuk segitiga transparan dan warna buram berbentuk kurva. Dengan adanya cahaya maka warna transparan tersebut dapat menampakkan warna yang lain. Salah satu karyanya yang dibuat tahun 1965, berjudul "#3807-7:. "Acrylic, baked enamel and phenolic plastic, 16x15x11” Hanse Gallery, San Fransisco. Light reveals and activates transparent orange triangles and the colors of translucent and opaque curves that are suspended in a clear plastic box " (Faulkner Ziegfeld, 1960: 318)
Meskipun masih banyak karya-karya yang lain, dari beberapa contoh di atas dapat dipelajari dan dipakai sebagai bahan acuan, guna menambah wawasan dan memperkaya ide.

Sebagai generasi sekarang saya perlu mencari kemungkinan-kemungkinan yang lain dalam mewujudkan suatu karya. Karya yang ingin saya wujudkan nanti, akan dihadirkan dan membawa informasi yang terkandung dalam karya tersebut. Informasi tersebut adalah: kualitas ekpsresi dari keberaturan baik bentuk maupun warna. Pada permainan cahaya dan bayangan mempengaruhi pemikiran dalam mengamatinya. Lebih-lebih apabila dalam mengamati karya tersebut menggunakan waktu yang cukup, maka penglihata  akan terangsang pemikirannya untuk merenung dan berpikir lebih dalam. Hal tersebut merupakan salah satu cara untuk mendapatkan informai yang bermacam-macam (kelembutan, kehangatan, dinamis, gairah dan lain-lainnya). Semakin direnungkan dan diamati dengan waktu yang cukup, menjadikan informasinya tidak dapat disebut melalui bahasa verbal lagi melainkan hanya dapat dirasakan saja.

Karya-karya tersebut berupa karya tiga dimensi yag digantungkan pada dinding dan disorotkan cahaya, untuk menghadirkan perbedaan intensitas warna terang dan bayangan. Garret juga menyebut bahwa warna dapat berpengaruh secara psikologis ataupun fisik, seperti yang dituliskan berikut ini:
Colors affect us psychologically as well as physically; they may arouse a variety of emotions. Unconscious associations influence our response to a greta degree. Colors may seem warm, cold, shrill, soothing, somber, sickening, gay, wild, placid, eye-splitting, or glorious. They have a direct, sensuous, intrinsic impact quite apart from associations, and they can affect our response to an object by reinforcing or contradicting its nature (Garret, 1967:11)
Hal di atas dapat kita tangkap bahwa warna dapat mempengaruhi mata, baik warna itu sendiri maupun warna yang telah melalui suatu pengolahan.

Pada karya saya warna dihadirkan, dan diolah agar dapat membawa kualitas dari warna itu sendiri, di dalam semiotic warna yang membawa kulitas disebut quail sign. Dan susunan dari unsur-unsur bentuk visual geometri (terukur) dapat disebut sebagai legi sign, kemudian unsure-unsur bentuk seperti segi tiga dan segi empat, dapat juga disebut juga sebagai index.

Ide penciptaan
Melalui perenungan, pertimbangan-pertimbangan dan dari berbagai masukan, serta pengalaman maupun percobaan-percobaan, ide dapat muncul untuk perwujudan suatu karya. Karya yang akan saya hadirkan merupakan hasil dari percobaan-percobaan mengolah cahaya dan bayangan.

Langkah awal melalui bidang yang semula mempunyai permukaan yang rata, kemudian diolah menjadi permukaan yang tidak rata (tri matra). Dengan cara dilubangi, ditumpuk, disusun kembali, ditempel, dimiringkan (seperti lipatan), dengan maksud agar susunan unsur-unsur visual tersebut menimbulkan bayangan sebagai akibat dari cahaya yang disodorkan.

Bayangan tersebut mengakibatkan perbedaan intensitas warna antara bidang yang terkena cahaya, dan bidang yang tidak kena cahaya. Perbedaan intensitas warna itulah yang menarik bagi saya untuk menciptakan karya yang mendadar pada cahaya dan bayangan.

Berdasarkan dari deskripsi dan tinjauan karya , dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
Cahaya dan bayangan dapat dijadikan sebagai pengungkapan ide ke dalam perwujudan karya, melalui sekeping kayu yang diolah. Melalui cahaya dan bayangan pada pengolahan sekeping kayu dapat menghadirkan karya-karya yang bermacam-macam atau bervariasi, sehingga kemungkinan-kemungkinan lain dapat dicari dan ditingkatkan. Bahan kayu lapis dapat dijadikan saran ungkap atau penuangan ide, selain itu juga bahan kayu masih ada kemungkinan lain untuk dimatangkan pengolahnnnya. Penggunaan warna pada karya, monochrome atau satu warna ataupun dua warna sudah dapat membawa kualitas. Sehinngga hanya dengan satu atau dua warna saja, melalui pengolahan cahaya dan bayangan sudah sapat memunculkan warna yang lain.

Seniman sebagai insan seni, sering memanfaatkan kejadian-kejadian alam atau aktifitas manusia yang ada di dunia ini, untuk dijadikan bahan inspirasi guna mewujudkan idea tau gagasannya melalui indra mata, manusia selalu mendapat dan menerima banyak informasi dari luar, namun yang dapat ditangkap dan masuk ke kesadaran hanyalah sedikit. Sehingga kadang-kadang hal-hal yang telah berlalu, dapat muncul kemali pada ingatan dan membuat susana hati yang bermacam-macm, hal ini tergantung pada apa yang diingatnya.

Lebih khusus lagi kejadian-kejadian sehari-hari, susana alam serta lingkungan, telah banyak memberikan kesan kepada saya, baik pada kesadaran pikiran juga pada perasaan. Semenjak kecil hingga sekarang (sejauh yang dapat diingat), kejadian-kejadian yang pernah saya alami tentunya sangat beragam, dari keragaman tersebut ada satu bagian dari kejadian yang menarik untuk dijadikan sebagai titik tolak penciptaann.

Pada waktu saya berdiri atau duduk di atas tanah atau lantai datar, dan dari arah belakang ada cahaya matahari, terliha bayangan pada tanah tersebut yang mengakibatkan adanya perbedaan intensitas warna pada bagian tanah, atau lantai yang ada bayangannya dan yang tidak. Jelasnya, permukaaan tanah atau lantai tersebut akan menjadi gelap pada bagian-bagian dimana cahaya terhalang oleh sosok atau benda, dan pada bagian lainnya yang terkena cahaya, warna akan kelihatan lebih terang.
Dari contoh diatas, bayangan yang terjadi sebagai akibat terhalangnya cahaya, merupakan gejala yang biasa, namun hal tersebut bagi saya merupakan sesuatu yang dapat menggugah perasaaan, sehingga menarik untuk dipikirkan lebih jauh dan mengolah serta mengangkat untuk dijadikan titik tolak penciptaan suatu karya, dari sini dapat ditangkap bahwa: kejadian tersebut dapat diartikan sebagai nilai dari perubahan intensitas warna, terang dan gelap, yaitu cahaya sebagai terang yang menghadirkan intensitas warna dan gelap sebagai bayangan.

Cahaya sebagai dasar berkarya, tentunya sudah pernah digunakan oleh seniman lain walaupun dengan cara ataupun konsep yang berbeda-beda. Seperti Tom Douglas Jones, Robert Fisher, Moholy Nagy, Julio Le Parc dan lain-lainnya.

Seniman tersebut dia atas lebih mendasari pada cahaya dan warna ataupun mengolah cahaya saja. Dengan demikian saya ingin mencari kemungkinan-kemungkinan lain. Melalui pengolahan dan pengaturan cahaya akan didapat bayangan tertentu dari perubahan intesitas warna (gelap) tertentu. Dalam hal ini sumber cahaya yang akan digunakan adalah cahaya buatan yaitu lampu listrik. Cahaya dan bayangan tersebut diolah dan disusun sedemikian rupa, sehingga muncul suatu bentuk karya yang membawa nilai estetis atau bernilai seni. Untuk mendapatkan bentuk-bentuk yang dinamis serta estetis digunakn unsur-unsur visual seperti, sebagai berikut: bentuk2  geometri (segi 3, segi 4, segi panjang dan lain2). Dalam hl ini saya sengaja hanya menggunakan beberapa jenis bentuk saja, dengan maksud agar masalah dan indfiormasi dari karya tersebut dapat lebih jelas. Sehingga saya selalu memperhitungkan dan mempertimbangkan penggunaan: jenis bentuk (yang terukur), warna )monochrome atau dua warna saja), arah (horizontal, vertical dan doiagonal).

Pertimbangan serta pengolahan unsure-unsur tersebut dimaksudkan agar unsur keberaturan lebih dominan, sedangkan unsur entropis menjadi minimal.

Uraian diatas dapat kita simpulkan bahwa pokok permasalahn ini ialah, keterkatan antara cahaya dan bayangan yang dapat mempengaruhi shade of color dalam perwujudan suatu karya melalui olahan dan percobaan.cahayan dan bayangan mempunyai kaitan yang erat, karena bayangan akan muncul apabila ada cahaya.

Temukan informasi lainnya mengenai Minang, Padang, Sumatera Barat, perkawinan adat minangkabau, Foto Pengantin, Foto Prewedding, Photo Pernikahan, Fotografi Pernikahan, Photo Wedding, Fotografi Wedding, Foto Pernikahan, Foto Wedding hanya di Foto Pengantin & Prewedding: Photo Pernikahan & Fotografi Wedding,  foto perkawinan, wedding photo, paket foto, fotografer pernikahan, wedding photographer, pre wedding photographer, Minang Wedding, Pre Wedding photography & Wedding Party photography Padang – Sumbar, Padang wedding, Wedding Gallery & Event Organizer, Pre Wedding Photography, pre wedding, pre wedding photographer, pre wedding photography, wedding vendors, Pre Wedding Photography, Pre Wedding Foto, Foto Pra Nikah Foto, Paket Wedding, hasil foto, bentuk foto, ukuran foto,  photo pre wedding di…

Wen’S Photography
Digital Photo Studio & Video Shooting
Jl. Gajah Mada No.30 Gunung Pangilun Padang
Hp 08126764527, Telp 07519901204
http://wensphotography.at.ua
http://wensphotography.blogspot.com
http://wensphotography.wordpress.com
Views: 8684 | Added by: fadlikoto | Rating: 0.0/0
Total comments: 1
1  
bxcpaatm

Name *:
Email *:
Code *:
Search
Calendar
«  June 2010  »
SuMoTuWeThFrSa
  12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930
Entries archive
Gallery Foto
  • Klik di Sini
  • Copyright by Derisma©2010
    ****